Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang

Rahman - Minggu, 08 Februari 2026 20:32 WIB
Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
bulat.co.id| ACEH TAMIANG – Banjir bandang yang menerjang Desa Seuneubok Aceh beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi alam dan kondisi psikologis warga. Akses pendidikan sempat terhambat akibat fasilitas yang rusak dan hilang, sementara lingkungan yang sebelumnya hijau berubah menjadi hamparan lumpur pekat. Meski hampir satu bulan berlalu, sisa-sisa lumpur dan trauma masih membekas di tengah masyarakat.

Advertisement
Upaya pemulihan tersebut mulai diperkuat dengan kehadiran Kelompok 16 KKN Kemanusiaan Kolaborasi Universitas Samudra (Unsam) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang secara resmi diantarkan ke lokasi pengabdian pada 10 Januari 2026. Sejak hari pertama, mahasiswa membawa visi kemanusiaan untuk membantu proses pemulihan desa melalui tiga pilar utama yang telah ditetapkan universitas, yakni pembersihan fasilitas pendidikan terdampak lumpur, penyelenggaraan aktivitas pembelajaran sementara, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat.

Baca Juga:
Sebagai penguatan dari misi utama tersebut, pada 25 Januari 2026, mahasiswa melaksanakan aksi tambahan berupa penghijauan lingkungan dengan menyisir tiga dusun di Desa Seuneubok Aceh. Kegiatan ini menjadi langkah awal menumbuhkan kembali harapan masyarakat pascabencana.


Sebanyak 60 bibit pohon Pucuk Merah ditanam secara merata di tiga dusun sebagai bagian dari program penghijauan yang bersinergi dengan arahan pimpinan desa. Penanaman ini dinilai penting mengingat banyak tanaman milik warga mati tersapu arus banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang.

Datok Penghulu Desa Seuneubok Aceh, Rusli, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh melampaui sekadar pemulihan lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kelompok 16. Penanaman ini bukan sekadar menumbuhkan tanaman, tetapi juga menjadi kenang-kenangan KKN Kemanusiaan yang telah menumbuhkan kembali harapan di desa kami. Apa yang mereka tanam hari ini akan selalu kami kenang sebagai simbol pulihnya keadaan kami," ujar Datok Rusli, Minggu (25/1).

Dalam menjalankan tiga pilar utama universitas maupun program penghijauan tambahan, mahasiswa tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi juga melibatkan empati dan kepedulian dalam setiap prosesnya. Salah seorang mahasiswa Kelompok 16 KKN Kemanusiaan Kolaborasi tersebut, Deni Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran mereka membawa misi yang lebih dalam dari sekadar kewajiban akademik.

"Kami datang bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi untuk memberikan cinta dan makna. Kehadiran kami di Seuneubok Aceh adalah upaya menumbuhkan harapan baru dan memastikan harapan itu dapat dipetik hasilnya oleh masyarakat di masa depan," ungkapnya, Jumat (6/2).

Salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan anak-anak desa yang turut membantu penanaman 60 bibit Pucuk Merah. Bagi tim KKN, pendampingan psikososial terbaik tercermin dari tawa dan keceriaan anak-anak yang kembali muncul di tengah keterbatasan.

"Bagi kami, senyum mereka adalah hasil paling nyata dari aksi kemanusiaan ini. Saat mendampingi mereka belajar dan beraktivitas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, melihat mereka bahagia menjadi tanda bahwa luka trauma perlahan mulai tertutup," tambahnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa, aparat desa, serta unsur TNI dan Polri, program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan Desa Seuneubok Aceh. Kelompok 16 meyakini bahwa meskipun lumpur masih tersisa di sudut-sudut desa, cinta dan harapan yang ditanam sejak awal pengabdian hingga aksi penghijauan ini akan tumbuh menjadi pelindung bagi masa depan Desa Seuneubok Aceh.

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru