Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir

Rahman - Minggu, 08 Februari 2026 00:58 WIB
Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir
bulat.co.id| Aceh Tamiang - Universitas Samudra (Unsam) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi selama satu bulan di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Advertisement
Kegiatan KKN Kemanusiaan ini difokuskan pada tiga program utama, yaitu pembersihan fasilitas umum, pendampingan psikososial bagi anak-anak, serta pengadaan pembelajaran darurat bagi siswa yang terdampak banjir. Program ini mulai dilaksanakan pada 10 Januari sampai 9 Februari 2026.

Baca Juga:
Pada pekan pertama, langkah awal pelaksanaan KKN difokuskan pada pembersihan fasilitas umum yang terdampak lumpur banjir. Fasilitas yang dibersihkan meliputi Kantor Datuk, Perpustakaan Desa, Pondok Bersalin Desa, Masjid, Balai Pengajian Desa, serta Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang sempat berhenti beroperasi akibat kondisi lingkungan yang belum memungkinkan dan masih dipenuhi lumpur serta kotoran sisa banjir.


''Saat pertama kali kami datang, banyak fasilitas umum belum bisa digunakan. Kami bersama warga membersihkan lumpur agar aktivitas masyarakat kembali berjalan," ujar Anggia, Ketua Pelaksana KKN, Kamis (7/2/2026).

Setelah dilakukan pembersihan, kegiatan TPQ yang sebelumnya terhenti kini mulai kembali dilaksanakan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi lingkungan.

Memasuki pekan kedua, mahasiswa mulai melaksanakan program pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bola Desa Sapta Marga dengan mengadakan kegiatan bermain sore, belajar bersama, serta les tambahan bagi anak-anak terdampak banjir. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga membantu anak-anak kembali ceria dan percaya diri pascabencana.

Berbagai permainan seperti sepak bola, kasti, dan lomba ringan menjadi wahana terapi untuk mengurangi beban psikologis anak-anak pascabanjir, sekaligus menguatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

''Adek-adek ini pertama kalinya lagi lo setelah banjir anak-anak ni main di lapangan lagi, mangkanya anak-anak tu senang kali kalian ajak main di lapangan biasanya sebelum banjir setiap sore mereka main di lapangan,'' ujar Ari S, Kepala Lorong Gang Rahmat Desa Sapta Marga.


Selain di lapangan bola, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial atau trauma healing di SD Negeri Sapta Marga yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Mahasiswa juga ikut mengajar anak-anak di TPQ yang dilaksanakan dari hari Senin hingga Kamis.

''Terimakasih banyak ya adek-adek mahasiswa sudah membantu ibu membersihkan TPQ, yang tadinya TPQ berenti beroperasi sekarang sudah aktif kembali berkat adek-adek mahasiswa,'' ujar Rosdiana, guru ngaji TPQ.

Tak hanya anak-anak, perempuan dan ibu-ibu desa juga menjadi sasaran program pemulihan sosial. Melalui kegiatan senam bersama ibu-ibu Desa Sapta Marga, mahasiswa berupaya membangun kesadaran hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan pascabencana.

Kegiatan senam ini menjadi ruang interaksi sosial yang positif, membantu ibu-ibu kembali aktif, sehat, dan saling menguatkan di tengah proses pemulihan desa.

''ini pertama kalinya lagi dek kami senam setelah banjir biasanya kami senam setiap hari minggu sebelum banjir,'' ujar Ani, salah seorang warga Desa Sapta Marga.


Selain aspek sosial dan pendidikan, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM desa. Program ini meliputi:

1. digitalisasi pemasaran (digital marketing) untuk memperluas jangkauan produk lokal di platform daring;

2. pembuatan labeling produk agar lebih profesional dan menarik minat konsumen;

3. inovasi pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascabanjir sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Selain itu, mahasiswa juga membantu pelaku usaha yang belum mendaftar Inventarisasi/Pemetaan Data UMKM Terdampak Bencana Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) serta melakukan pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps.

''makasih ya adek-adek udah bantu ibu daftar UMKM, ibu kemarin juga udah coba daftar tapi gapaham cara daftarnya, untung ada adek-adek yang bantu ibu,'' ujar Ami, salah satu warga yang mendaftarkan UMKM-nya.

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru