Dinkes Kota Pekalongan Temukan Dua Sampel Takjil Mengandung Bahan Kimia

bulat.co.id - Dinas Kesehatan Kota Pekalongan temukan dua sampel makanan takjil mengandung pewarna kimia berbahaya dalam uji petik terhadap 200 jenis makanan takjil . Hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan pemantauan dan pengawasan keamanan pangan siap saji yang beredar di masyarakat pada bulan Ramadan, Selasa (11/4/2023).
Salah satu masalah keamanan pangan yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan seperti formalin, boraks dan pewarna sintetis rhodamin B atau methanil yellow.
Baca Juga:
Baca Juga: Dinkes Pamekasan Minta Para Calon Jamaah Jaga Kesehatan Sebelum Berangkat Haji">Dinkes Pamekasan Minta Para Calon Jamaah Jaga Kesehatan Sebelum Berangkat Haji
Makanan yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah makanan yang dicurigai menggunakan pengenyal boraks atau pengawet formalin seperti bakso, sempolan, tempura, tahu, mie dan makanan atau minuman yang menggunakan pewarna seperti sirup, selai, bubur, kerupuk, dan sebagainya.
Hasil dari 200 sampel makanan yang diuji, tidak ada yang mengandung formalin atau boraks. Namun ditemukan dua sampel makanan yang mengandung pewarna kimia berbahaya rhodamin yaitu pada kerupuk usek dan bubur sagu.

Dinas Kesehatan Madina Keluarkan Surat Edaran Cegah Penyebaran Covid 19

Ketua DPRD Mabar Sambangi Kementerian ATR/BPN Terkait Ganti Rugi Lahan Embung Anak Munting

BPN Mabar Tak Keluarkan Peta Bidang Tanah Bendung Anak Munting, Ganti Rugi Lahan Gagal

Tahun 2025, Dinas Kesehatan Madina Targetkan Capaian Pemberantasan TBC Capai 90%

Mantan Plt. Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar Mewariskan Masalah, Pengangkatan 2 Pejabat Tabrak Perpres dan Pertek BKN
