Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Kapolres Siantar dan Simalungun Lakukan Ini

- Kamis, 01 September 2022 17:36 WIB
Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Kapolres Siantar dan Simalungun Lakukan Ini
Kapolres Siantar Kunjungi PT Pertamina Pematang Siantar, Kapolres Simalungun lakukan FGD (foto: Ist)

bulat.co.id - Dalam rangka antisipasi dampak kenaikan BBM, Kapolres Siantar datangi Pertamina TBBM Pematang Siantar. Sementara Kapolres Simalungun lakukan Focus Group Discussion.

Advertisement

Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando SH, SIK melaksanakan kunjungan ke kantor Pertamina TBBM Pematang Siantar yang Bertempat di Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Kamis (1/9/2022) sekira pukul 11.45 Wib. 

Baca Juga:

Kehadiran AKBP Fernando SIK diterima oleh Fuel Terminal Manager PT Pertamina Pematang Siantar Muhammad Setiawady dan JR Supervisor sales service general affair Dody Febrian.

Kapolres Pematang Siantar menyampaikan kepada manager PT Pertamina Pematangsiantar bahwa di beberapa wilayah sudah ada unjuk rasa terkait isu kenaikan BBM. Untuk itu pihak pertamina diminta segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak khawatir apabila suatu saat pemerintah menaikkan BBM tentunya pemerintah akan memikirkan subsidi.

"Tentang isu kenaikan BBM ini pastinya akan berdampak ke gangguan Kamtibmas dan akan berhadapan dengan Polri. Untuk itu kami mempertanyakan apa saja langkah yang telah di buat oleh Pertamina dalam menghadapi adanya kenaikan BBM karena efeknya ini akan menjadi meluas nantinya," kata Fernando.

Pada kesempatan yang sama, Manager PT Pertamina Pematang Siantar, Muhammad Setiawady, menyampaikan PT Pihak Pertamina sudah menurunkan harga BBM non subsidi, ini mungkin ini menjadi strategi untuk yang high gradenya diturunkan dan yang subsidi dinaikkan supaya tidak terlalu jauh jaraknya.

 "Tiap SPBU tidak mendapat kuota stok BBM yang sama," terang Setiawady.

Sementara itu Kapolres Simalungun, AKBP Ronald FC Sipayung SIK menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pengamanan kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Simalungun.

Pelaksanaan FGD sekaligus sosialisasi terkait adanya kenaikan harga BBM bersubsidi yang menurut rencana pemerintah akan mengalami kenaikan harga eceran.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan di gedung Aula Andar Siahaan Polres Simalungun Kamis (1/09/2022) Sekira pukul 09.00 Wib.

Bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kementrian Keuangan Republik Indonesia menyampaikan konsumsi dan subsidi Pertalite belum tepat sasaran karena dinikmati oleh masyarakat menengah keatas sehingga pemerintah berencana akan menyiapkan program bantalan sosial serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk masyarakat yang terdampak dari penyesuaian harga BBM.

"Untuk itu saya berharap kepada kita semua bisa memahami rencana pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM yang berdampak terhadap biaya transportasi dan logistik sehingga dikhawatirkan adanya pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam situasi in dengan menimbun BBM menggunakan berbagai cara seperti modifikasi tangki kendaraan sehingga dapat mengisi BBM lebih banyak, membeli dengan jerigen dengan jumlah yang tidak normal semua hal-hal ini dapat mengakibatkan kepanikan atau Panic Buying. Itulah sebabnya kita harus duduk bersama disini agar kita bersama dapat memahami karena ini menyangkut hajat dan kehidupan orang banyak", terang Ronald.

Untuk itu para Pengusaha SPBU yang melakukan penyimpangan akan ada sanksi dari pihak Pertamina itu sendiri seperti Pengurangan stok BBM atau sanksi beratnya pencabutan ijin SPBU. 

(ES)

Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru