Kerajinan Tradisional Aceh Ranup Meususon Perlu Dilestarikan Generasi Muda
Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang tampak sangat serius dalam menyelesaikan kerajinan Ranup Meususon meskipun kesulitan dalam menyusun dan merangkai daun sirih agar terlihat indah.
Setiap kelompok peserta yang terdiri dari tiga orang tercatat bisa menciptakan karya tersebut dalam waktu 40 sampai 60 menit.
Baca Juga:
- Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
- PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
- UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Peserta pelatihan, Putris (24), merasa senang bisa lebih mengenal tradisi dan belajar membuat kerajinan tradisional Aceh seperti Ranup Meususon.
Menurutnya, generasi saat ini banyak yang tidak mengetahui tradisi semacam ini.
"Rasanya senang karena pelatihannya seru, yang mengajar juga sangat baik sehingga kami cepat memahami apa yang disampaikan. Sebelumnya juga belum pernah tahu kalau sirih bisa dijadikan kerajinan seperti ini", ujarnya.
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Bersih, Belajar, Berdaya: Jejak Mahasiswa Lintas Kampus di Kebun Medang Ara
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Kolaborasi Gelar Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang