Kerajinan Tradisional Aceh Ranup Meususon Perlu Dilestarikan Generasi Muda
Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang tampak sangat serius dalam menyelesaikan kerajinan Ranup Meususon meskipun kesulitan dalam menyusun dan merangkai daun sirih agar terlihat indah.
Setiap kelompok peserta yang terdiri dari tiga orang tercatat bisa menciptakan karya tersebut dalam waktu 40 sampai 60 menit.
Baca Juga:
- Kontribusi Nyata Pasca Banjir, Kelompok 10 KKN Kemanusiaan UNSAM-UNY Gelar Kegiatan Edukatif dan Keagamaan di Desa Marlempang
- Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
- Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
Peserta pelatihan, Putris (24), merasa senang bisa lebih mengenal tradisi dan belajar membuat kerajinan tradisional Aceh seperti Ranup Meususon.
Menurutnya, generasi saat ini banyak yang tidak mengetahui tradisi semacam ini.
"Rasanya senang karena pelatihannya seru, yang mengajar juga sangat baik sehingga kami cepat memahami apa yang disampaikan. Sebelumnya juga belum pernah tahu kalau sirih bisa dijadikan kerajinan seperti ini", ujarnya.
Kontribusi Nyata Pasca Banjir, Kelompok 10 KKN Kemanusiaan UNSAM-UNY Gelar Kegiatan Edukatif dan Keagamaan di Desa Marlempang
Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir
Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir