Soal Kapal Aset Daerah yang Karam, Disparpora Sibolga Akui Punya Anggaran Perawatan
Hal tersebut menjadi sorotan Ketua LSM Metro Watch Sibolga-Tapanuli Tengah, Janner Silitonga. Dia menilai hal tersebut bentuk kelalaian Pemerintah Kota dalam menjaga dan merawat aset daerah.
Baca Juga:
Janner, juga menyebut Disparpora harus bertanggung jawab melakukan pemeliharaan aset, yang pengadaannya menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sibolga.
"Hendaknya dinas terkait mampu secara profesional mengelola dan memanfaatkan keberadaan kapal tersebut," Kata Janner kepada wartawan, Jumat (31/3/23).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparpora Gerharth Novrizal beralasan bahwa tenggelamnya kapal speed boat tersebut akibat cuaca buruk.
Selain itu, ia mengakui bahwa Disparpora memiliki anggaran untuk perawatan aset daerah tersebut.
"Kita punya dua unit kapal pariwisata. Biaya perawatan untuk satu tahun Rp 7 juta per unit kapal. Biaya itu, masuk untuk penganggaran tahun ini," katanya.
(Dody).
BRI BO Kisaran Salurkan Bantuan Korban Banjir di Sibolga, Tapteng, dan Tapsel
Pelindo Regional 1 Raih Penghargaan, Bukti Nyata Komitmen Tanggung Jawab Sosial
Curi Uang Infak Masjid Rp 500 Ribu, Pria di Sibolga Ditangkap Polisi
Cegah Laju Inflasi, Disperindag Sibolga Gelar Pasar Murah
17 Rumah Warga Sibolga Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting