PTPN2 Bersihkan Lahan, Tanaman Warga Diratakan

Baca Juga:
Menurut Rahmat, selama ini sudah berulangkali warga disurati agar meninggalkan areal garapan yang masih berstatus HGU murni PTPN 2 kebun Limau Mungkur.
"Kita beritahu bukan hanya lewat sosialisasi, bahkan sudah disomasi dan disiapkan tali asih jika mereka meninggalkan areal dengan sukarela. Namun langkah persuasif pihak PTPN 2 ini kurang direspon oleh para penggarap. Bahkan, mereka mengajukan gugatan hukum yang hasilnya sampai tingkat Mahkamah Agung RI tetap ditolak. Karena itu sangat tidak beralasan kalau mereka tetap ingin bertahan di lahan HGU tersebut," kata Rahmat Kurniawan.
Baca Juga : Video Bukit Magnet di Deli Serdang, Tarik Mobil Mundur Meski Mesin Mati Viral
Menurut data, luas areal HGU No.94 Kebun Limau Mungkur seluruhnya adalah 1.131,35 hektar yang diperoleh sejak nasionalisasi tahun 1958. Namun sejak tahun 2012, sebagian areal digarap masyarakat untuk perladangan palawija yang jumlahnya mencapai 70 hektar.
Tahun 2017 lalu, sudah dilakukan pembersihan. Namun, warga penggarap kembali masuk ke lahan HGU dan menanami dengan tanaman palawija. "Kita sudah menyiapkan posko khusus melayani warga yang ingin mendapatkan tali asih. Posisinya di pintu masuk areal Kebun Limau Mungkur di Desa Bangun Rejo," tambah Rahmat Kurniawan.
Sampai menjelang tengah hari kegiatan pembersihan areal masih terus berlangsung secara kondusif. Sejumlah tanaman palawija yang selama ini ditanam di areal HGU dibersihkan, karena areal tersebut nantinya akan kembali ditanami bibit kelapa sawit.

Pohon Jati di Lahan Eks HGU PTPN2 Kebun Kwala Bingai Ditebang Pembalak Liar

PTPN2 Segera Okupasi Areal HGU Kebun Limau Mungkur, Penggarap Disomasi

Pengembala Lembu Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Pagarmerbau
