Situasi Politik Memanas di RI Bikin Investor Takut hingga Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS
Sejumlah ekonom dan analis pasar keuangan kompak menilai, memanasnya situasi politik menjadi salah satu pemicunya.
Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan kemarin, Kamis (22/8/2024) nilai tukar rupiah bergerak ke level Rp 15.595/US$. Angka ini melemah 0,74% dalam sehari.
Baca Juga:
Ini merupakan pelemahan terbesar sejak perdagangan 14 Juni 2024. Saat itu rupiah ambruk 0,8% dalam sehari.
Tak hanya itu, kondisi politik di dalam negeri yang sedang panas membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar di akhir perdagangan Kamis (22/4/2024) kemarin dan menjadi yang paling buruk di Asia-Pasifik.
Hingga akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,87% ke posisi 7.488,68.IHSG pun terkoreksi ke level psikologis 7.400, tepatnya di sekitar 7.480-an. Padahal baik rupiah dan IHSG dalam seminggu terakhir tengah berada dalam kinerja positifnya.
Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, gejolak demonstrasi itu memicu sentimen negatif pelaku pasar keuangan karena memberikan sinyal ketidakpastian politik saat proses pemilihan kepala daerah atau pilkada.
Sebagaimana diketahui, panasnya unjuk rasa mahasiswa dan berbagai unsur masyarakat itu dipicu oleh keputusan DPR menggelar Revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) pada Rabu (21/8/2024) dalam waktu singkat, yang menyepakati menggunakan putusan MA terkait batasan usia calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) kontestan Pilkada 2024.
DPC PDI-P Sergai Gelar Upacara HUT ke-80 RI: Meriah dengan Permainan Tradisional dan Bimtek Politik
Ketua PSI Vera Pasaribu Hadiri Buka Puasa Bersama DPC PPP Sergai
PSI Serdang Bedagai Mengajak Masyarakat Bergabung ke Partai Super Terbuka
Link Hasil Hitung Suara Pilkada Serentak 2024 Seluruh Indonesia
Dua Dugaan Pelanggaran Edi Weng Telah Dilaporkan ke Bawaslu