Harga Bahan Bangunan di Lembata Mulai Meroket Pasca Perubahan Harga BBM
bulat.co.id - Dampak kenaikan BBM yang ditetapkan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9/2022) sudah dirasakan masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Lembata. Hal tersebut mulai terlihat pada kenaikan harga sejumlah barang pada pekan pertama hari Senin, (5/9/2022).
Harga barang yang mulai berdampak yaitu salah satunya bahan bangunan naik sampai 35-45%. Seperti seng yang semula Rp 48 ribu menjadi Rp 63 sampai Rp 65 ribu per lembarnya. Kondisi ini pastinya akan berdampak pada kemampuan belanja masyarakat di kabupaten Lembata.
Baca Juga:
Petrus Asmumu Manuk selaku Wakil Sekertaris 1 Himpunan Pengusaha Muda Provinsi NTT yang juga warga masyarakat Lembata meminta para pengusaha jangan menaikan harga seenaknya tanpa mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat.
Para pengusaha jangan memanfaatkan situasi kenaikan BBM dan kelengahan masyarakat sehingga semaunya menaikkan harga barang perdagangan yang dijual.
Menurutnya, harga barang yang naik harus bisa mengacu pada aturan perdagangan yang menyesuaikan dengan kenaikan BBM yang ditetapkan pemerintah Pusat.
"Kita berani bicara demikian karena lonjakan harga tersebut terasa dampaknya, kita juga sudah melakukan survey harga barang bangunan dihari kedua setelah kenaikan BBM tersebut di semua tokoh bangunan yang ada di kota Lewoleba hal ini harus bisa di jaga sehingga pengusaha jangan serta merta seenaknya menaikan harga itu," ujarnya kepada media di Lewoleba, Senin (5/9/2022).
Petrus Asmumu Manuk yang juga ketua Banteng Muda Indonesi terebut meminta DPRD turun melakukan sidak harga barang sehingga tidak merugikan masyarakat Lembata pada umumnya.
"Kita mau supaya kondisi ekonomi dijaga kestabilannya dengan juga mempertimbangkan keseimbangan ekonomi masyarakat kecil yang harus diperhatikan," katanya.
Dia juga meminta pemerintah daerah Kabupaten Lembata mengontrol kenaikan harga barang dengan melakukan operasi pasar atas lonjakan harga barang di pasar.
"Sehingga masyarakat juga turut serta mengontrol harga yang tidak serta merta dinaikan oleh pengusaha nakal," tandasnya.
(ted)
Khairul Siregar Resmi Pimpin MKKSS Serdang Bedagai Periode 2026–2029
BRI BO Kisaran dan BNNK Asahan Perkuat Sinergisitas Layanan Perbankan dan Dukungan Pemberantasan Narkoba
Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night
Kecelakaan Maut Kereta Api di Perbaungan, Polisi Gerak Cepat Turun Lansung Evakuasi Korban
Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1