Akhirnya, Bayi 'Hamil' di Sumbar Dioperasi, Ternyata...
Operasi berlangsung di RSUP Dr.Muhammad Djamil Padang. Para dokter sukses menjalankan operasi tanpa ada kendala berarti.
"Telah dilakukan tindakan operasi terhadap bayi Adnan pada hari ini. Membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam, mulai pukul 8 hingga 10.30," kata Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dr.Budi Arnofyan kepada wartawan usai operasi, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga:
- Brigjen Polsan Situmorang Resmi Pegang Komando Pusat Latihan Tempur TNI AD di Martapura
- Masuk Daftar Mutasi, Kolonel Polsan Situmorang Jabat Danpuslatpur Kodiklatad Gantikan Brigjend Dany
- Kolonel Polsan Situmorang Kembali Harumkan Nama Indonesia, Raih Gelar M.Phil Dari Madrash University Dengan Predikat Cum Laude
Dokter spesialis bedah anak itu mengatakan, dari dalam tubuh pasien dikeluarkan sebentuk gumpalan yang beratnya sekitar 2 kilogram. Tim dokter berkesimpulan itu adalah tumor.
"Ketemu itu tadi tumor dalam bentuk jaringan selaput. Ukurannya lebih kurang 16 kali 11 centimeter. Beratnya sekitar 2 kilo lah," jelas Budi.
Sejauh ini, kondisi pasien dalam keadaan stabil dalam pemantauan intensif di ruangan PICU.
"Untuk proses selanjutnya, hasil pengangkatan yang disebutkan tumor jenis Teratoma akan dilakukan pemeriksaan di Labor Patalogi Anatomi. Supaya tim medis dapat mengetahui lebih jelas tentang komponen dari hasil pengangkatan yang dilakukan tim dokter," katanya.
Bayi Adnan sendiri membuat heboh warga, terutama yang tinggal di daerah Limau Sundai, Kenagarian IV Koto Ilia, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sang bayi dinarasikan 'hamil' 4 bulan karena kondisi perut anak keempat dari pasangan Hendi (37 tahun) dan Usmaina (26 tahun) itu semakin membesar.
Menurut orang tuanya, Hendi, perut anaknya mulai terlihat membengkak sejak umur satu bulan atau sekitar tiga bulan lalu. Awalnya, ia melihat ada seperti daging tumbuh di bagian perut.
"Umur sebulan anak, ada (melihat) sebesar jempol di bagian perutnya. Waktu itu kemudian dibawah berobat ke rumah sakit di desa, katanya tumor. Lalu dibawa ke rumah sakit di Painan (ibukota kabupaten) dan dirujuk ke Padang.," cerita Hendi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Brigjen Polsan Situmorang Resmi Pegang Komando Pusat Latihan Tempur TNI AD di Martapura
Masuk Daftar Mutasi, Kolonel Polsan Situmorang Jabat Danpuslatpur Kodiklatad Gantikan Brigjend Dany
Kolonel Polsan Situmorang Kembali Harumkan Nama Indonesia, Raih Gelar M.Phil Dari Madrash University Dengan Predikat Cum Laude
Sunarti, Penderita Tumor Hati Butuh Uluran Tangan
Nenek Suryani Warga Sergai Sudah Dapatkan Bantuan dari Pemerintah