UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Rahman - Sabtu, 28 Februari 2026 11:40 WIB
Rahman
Penyerahan bantuan instalasi tandon air dan kran oleh Tim PKM Universitas Samudra, Kamis (26/2).
bulat.co.id| Aceh Tamiang - Pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, ketersediaan air bersih menjadi kendala utama bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian. Merespons kondisi darurat tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Samudra (UNSAM) melaksanakan aksi nyata melalui penyediaan instalasi air bersih darurat di Desa Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan bertajuk "Penyediaan Air Bersih Darurat Pascabanjir Bandang: Instalasi Tandon Air dan Kran" ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Samudra Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026. Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya akses terhadap air bersih yang menjadi prioritas pascabencana.

"Akses air bersih merupakan kebutuhan mendesak pascabencana. Melalui instalasi tandon dan kran darurat ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen," ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa turut serta dalam proses pemasangan instalasi hingga pendistribusian air, menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial di tengah krisis.Kehadiran tim Universitas Samudra disambut baik oleh perangkat desa dan warga setempat. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat terdampak.
Baca Juga:Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Fauzan Isma, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Desa Sampaimah didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan warga. Infrastruktur air bersih di wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air layak pakai.

"Akses air bersih merupakan kebutuhan mendesak pascabencana. Melalui instalasi tandon dan kran darurat ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen," ujarnya.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
Bersih, Belajar, Berdaya: Jejak Mahasiswa Lintas Kampus di Kebun Medang Ara
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Kolaborasi Gelar Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Kontribusi Nyata Pasca Banjir, Kelompok 10 KKN Kemanusiaan UNSAM-UNY Gelar Kegiatan Edukatif dan Keagamaan di Desa Marlempang
Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
Komentar