Fakta Ibu di Simalungun Kubur Bayinya yang Baru Lahir Terungkap
Berdasarkan keterangan
Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung, Senin (26/6), pelaku nekat membunuh
bayinya dengan menyekap mulut dan hidung sampai tewas.
"A nekat membunuh bayi yang baru dilahirkannya dengan cara menutup mulut dan hidung anak tersebut. Bayi diduga hasil hubungan gelap," kata Ronald FC Sipayung.
Baca Juga:
Baca Juga :Ibu Kubur Bayi yang Baru Dilahirkan, Kejadian di Simalungun
Setelah anaknya tewas, lanjut Ronald, A pergi
membawa bayinya ke salah satu ladang di Nagori Buntu Turunan, Kecamatan
Hatonduhan untuk dikubur. Berdasarkan hasil penyelidikan, A memang berniat
untuk membunuh bayinya itu.
"A tidak memiliki
niat untuk mengasuh anaknya sendiri dan memutuskan untuk membunuhnya ketika
bayi tersebut baru lahir. Motif yang diungkapkan A, karena tidak memiliki
kemampuan untuk merawat bayi dan takut disalahkan oleh keluarga dan masyarakat
setempat. Dia juga takut jika keluar dari rumah dengan membawa bayi tersebut menjadi
aib keluarga karena memiliki anak di luar nikah," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Ronald, A telah lama
berpisah dengan suaminya. Setelah berpisah, A berhubungan dengan pria lain. Pada
April 2023, A mengetuai dirinya ternyata tengah hamil.
"A mengeluhkan sakit pada perutnya yang
diketahui oleh adik kandungnya yang masih satu tempat tidur, dan meminta untuk
merahasiakannya," ujarnya.
Setelah penemuan mayat itu, sambung Ronald, pihak
kepolisian lalu mengamankan A ke Polsek Tanah Jawa. Selain A, polisi juga
mengamankan kain gendongan serta cangkul yang digunakan A untuk mengubur
bayinya. "Kami akan mengusut
dan memproses A sesuai dengan hukum yang berlaku," jelasnya.
Sebelumnya , A melahirkan bayi diduga hasil
hubungan gelapnya. Setelah melahirkan, A mengubur bayinya di sebuah ladang.
Kapolsek Tanah Jawa Kompol Manson Nainggolan mengatakan, jasad bayi itu
ditemukan di sebuah perladangan di Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan,
Jumat (23/6).
Awalnya menurut pengakuan A, dia mengubur bayinya karena telah meninggal saat dilahirkan. "Untuk sementara keterangan dia karena anaknya mati dilahirkan makanya langsung dikuburkan, itu keterangan dia, tapi kan kita masih autopsi, diperiksa dulu. Kalau soal bayi ini dibunuh atau tidak belum tahu kita pastinya," jelasnya. (dhan/dtk)
Tahun 1947 Labuhanbatu Pernah Cetak Uang Sendiri, Bupati Harus Tahu
Polisi di Simalungun Selalu Siaga Selama Pelantikan Presiden
Hati hati ! Longsor Tutup Akses Jalan Pematang Siantar-Parapat, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu
Terima Hibah 1 Unit Kapal Ponton dari KASAD TNI AD, Bupati Simalungun Ucapkan Terimakasih
KASAD Hibahkan 1 Unit Kapal Ponton ke Pemkab Simalungun