Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar
Rahman - Senin, 06 Juli 2026 00:37 WIB
Sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional di Dusun Utama, Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, meledak dan terbakar pada Minggu (5/7/2026).
bulat.co.id - Aceh Timur | Sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional di Dusun Utama, Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, meledak dan terbakar pada Minggu (5/7/2026). Peristiwa tersebut memicu kobaran api yang sempat meluas ke lahan warga sehingga petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.
"Belum diketahui penyebab pasti kebakaran akibat ledakan sumur minyak tersebut," kata AKP Novrizaldi dikutip Antara.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena sumur minyak masih terus mengeluarkan material yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan lain, termasuk kebun sawit milik warga di sekitar lokasi.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan hingga Minggu malam belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat ledakan tersebut.
"Berdasarkan laporan Camat Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, sampai saat ini belum ada informasi korban jiwa dalam kebakaran sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional," kata Iskandar, Minggu (5/7/2026) malam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kemudian mengerahkan tiga unit truk pemadam kebakaran milik BPBD. Tim dari perusahaan migas Medco juga diterjunkan untuk membantu proses penanganan di lokasi.
Menurut Iskandar, kondisi kebakaran mulai menunjukkan perkembangan positif. Api yang sebelumnya sempat menjalar ke lahan warga berangsur berhasil dikendalikan dan hanya tersisa di sekitar lubang sumur.
"Dari laporan yang kami terima, di lokasi sudah ditempatkan personel Polres Aceh Timur guna mengamankan areal kebakaran. Kami juga terus memantau perkembangan kejadian tersebut," kata Iskandar.
Meski demikian, hingga pukul 23.20 WIB, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan semburan minyak yang masih aktif menyebabkan beberapa titik api belum dapat dipadamkan.
"Petugas memusatkan upaya pendinginan pada radius sekitar 100 meter dari titik pusat kebakaran sebagai langkah mengantisipasi agar api tidak meluas ke lahan milik warga," ujar Syahrizal.
Ia menjelaskan armada pemadam berasal dari Pos Peureulak, Pos Ranto Peureulak, Pos Idi, dan Pos Julok. Operasi tersebut turut melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat.
Menurut Syahrizal, lokasi kebakaran yang berada di kawasan sempit dan berbukit menjadi kendala utama karena menyulitkan armada pemadam menjangkau titik api.
"Kondisi lokasi memang cukup sulit dijangkau oleh armada pemadam. Namun, hingga saat ini petugas masih terus berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan," jelasnya.
Syahrizal kembali mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran karena situasi di sekitar sumur masih berbahaya. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 20 personel pemadam masih bertahan di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman, sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Baca Juga:Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Novrizaldi mengatakan lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan setelah menerima laporan kejadian. Aparat kepolisian juga memasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekati area kebakaran.
"Belum diketahui penyebab pasti kebakaran akibat ledakan sumur minyak tersebut," kata AKP Novrizaldi dikutip Antara.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena sumur minyak masih terus mengeluarkan material yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan lain, termasuk kebun sawit milik warga di sekitar lokasi.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan hingga Minggu malam belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat ledakan tersebut.
"Berdasarkan laporan Camat Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, sampai saat ini belum ada informasi korban jiwa dalam kebakaran sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional," kata Iskandar, Minggu (5/7/2026) malam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kemudian mengerahkan tiga unit truk pemadam kebakaran milik BPBD. Tim dari perusahaan migas Medco juga diterjunkan untuk membantu proses penanganan di lokasi.
Menurut Iskandar, kondisi kebakaran mulai menunjukkan perkembangan positif. Api yang sebelumnya sempat menjalar ke lahan warga berangsur berhasil dikendalikan dan hanya tersisa di sekitar lubang sumur.
"Dari laporan yang kami terima, di lokasi sudah ditempatkan personel Polres Aceh Timur guna mengamankan areal kebakaran. Kami juga terus memantau perkembangan kejadian tersebut," kata Iskandar.
Meski demikian, hingga pukul 23.20 WIB, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan semburan minyak yang masih aktif menyebabkan beberapa titik api belum dapat dipadamkan.
"Petugas memusatkan upaya pendinginan pada radius sekitar 100 meter dari titik pusat kebakaran sebagai langkah mengantisipasi agar api tidak meluas ke lahan milik warga," ujar Syahrizal.
Ia menjelaskan armada pemadam berasal dari Pos Peureulak, Pos Ranto Peureulak, Pos Idi, dan Pos Julok. Operasi tersebut turut melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat.
Menurut Syahrizal, lokasi kebakaran yang berada di kawasan sempit dan berbukit menjadi kendala utama karena menyulitkan armada pemadam menjangkau titik api.
"Kondisi lokasi memang cukup sulit dijangkau oleh armada pemadam. Namun, hingga saat ini petugas masih terus berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan," jelasnya.
Syahrizal kembali mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran karena situasi di sekitar sumur masih berbahaya. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 20 personel pemadam masih bertahan di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman, sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Masyarakat 10 Kecamatan Deklarasikan Pembentukan DOB Peureulak Raya
Masyarakat 10 Kecamatan Deklarasikan Pembentukan DOB Peureulak Raya
Polsek Teluk Mengkudu Peduli Korban Kebakaran di Desa Bogak Besar
Polsek Dolok Masihul Olah TKP Kebakaran Rumah dan Klinik Ananda
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
Polsek Firdaus Respon Cepat Laporan Warga Lewat Call Center 110 Soal adanya Kebakaran
Komentar