Korban Gempa M 7,7 di NTT Bertambah Jadi 71 Orang
Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2026 18:26 WIB
Istimewa
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang.
bulat.co.id - Medan | Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang.
Selain memperbarui data korban, BNPB melaporkan pemerintah telah menyalurkan 398 ton bantuan logistik ke NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB. Sebanyak 165 ton bantuan di antaranya dikirim melalui jalur udara.
Jalur darat masih menjadi moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Namun, proses distribusi berlangsung bertahap karena karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kendala.
Kondisi akses dari kecamatan menuju titik pengungsian juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi bantuan.
Untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dalam jumlah besar, pemerintah turut mengoptimalkan jalur laut. Pada 18 Agustus, KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dengan membawa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari masyarakat.
Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. BNPB menyebut akses menuju sejumlah desa masih sulit karena kondisi jalan yang labil dan sempit sehingga membutuhkan waktu untuk menjangkaunya.
Pemerintah terus mengoptimalkan distribusi bantuan melalui jalur darat, udara, dan laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Baca Juga:Melansir Kompas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah bersama kementerian dan lembaga menyampaikan belasungkawa atas bertambahnya korban jiwa.
Selain memperbarui data korban, BNPB melaporkan pemerintah telah menyalurkan 398 ton bantuan logistik ke NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB. Sebanyak 165 ton bantuan di antaranya dikirim melalui jalur udara.
Jalur darat masih menjadi moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Namun, proses distribusi berlangsung bertahap karena karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kendala.
Kondisi akses dari kecamatan menuju titik pengungsian juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi bantuan.
Untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dalam jumlah besar, pemerintah turut mengoptimalkan jalur laut. Pada 18 Agustus, KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dengan membawa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari masyarakat.
Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. BNPB menyebut akses menuju sejumlah desa masih sulit karena kondisi jalan yang labil dan sempit sehingga membutuhkan waktu untuk menjangkaunya.
Pemerintah terus mengoptimalkan distribusi bantuan melalui jalur darat, udara, dan laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Enam Orang Meninggal dalam Gempa M7 di Flores, NTT
Enam Orang Meninggal dalam Gempa M7 di Flores, NTT
KMP Putri Yasmin Terbakar di Laut, 173 Penumpang Dievakuasi
KMP Putri Yasmin Terbakar di Laut, 173 Penumpang Dievakuasi
BMKG: Gempa M 5,5 di Gayo Lues Dipicu Aktivitas Sesar Oreng
Empat Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, Delapan Korban Masih Dirawat
Komentar