Enam Orang Meninggal dalam Gempa M7 di Flores, NTT
Redaksi - Sabtu, 15 Agustus 2026 12:29 WIB
Istimewa
Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi (15/8).
bulat.co.id - Medan | Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi (15/8).
Pemkab Manggarai mencatat enam korban meninggal yang telah teridentifikasi sementara, yakni Stefanus Jedaut dari Karot, Fabian Evita Jas dari Bea Mese, Resny dari Riung Gumbang, pasangan suami istri Manus dan Yul dari Wae Mulu, serta satu korban dari Golo Lanak yang identitasnya belum diketahui.
Sementara itu, korban luka berat diketahui bernama Helmina Linda. Ia mengalami patah kaki dan saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Jumlah korban masih berpotensi bertambah maupun berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Pemkab Manggarai terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk memperbarui informasi terkait dampak gempa. Pendataan meliputi jumlah korban, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Proses koordinasi masih menghadapi kendala akibat gangguan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan laporan dari beberapa daerah belum dapat diterima secara optimal oleh posko bencana.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pemkab Manggarai mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi mengenai korban maupun kerusakan yang belum terverifikasi. Pembaruan data akan dilakukan setelah seluruh laporan dari lapangan dikonfirmasi.
Penanganan terhadap korban luka dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak masih menjadi prioritas pemerintah daerah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Baca Juga:Data sementara tersebut dihimpun Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai berdasarkan laporan hingga Sabtu siang. Dari dua korban luka, satu di antaranya mengalami luka berat, sedangkan satu lainnya mengalami luka ringan.
Pemkab Manggarai mencatat enam korban meninggal yang telah teridentifikasi sementara, yakni Stefanus Jedaut dari Karot, Fabian Evita Jas dari Bea Mese, Resny dari Riung Gumbang, pasangan suami istri Manus dan Yul dari Wae Mulu, serta satu korban dari Golo Lanak yang identitasnya belum diketahui.
Sementara itu, korban luka berat diketahui bernama Helmina Linda. Ia mengalami patah kaki dan saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Jumlah korban masih berpotensi bertambah maupun berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Pemkab Manggarai terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk memperbarui informasi terkait dampak gempa. Pendataan meliputi jumlah korban, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Proses koordinasi masih menghadapi kendala akibat gangguan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan laporan dari beberapa daerah belum dapat diterima secara optimal oleh posko bencana.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pemkab Manggarai mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi mengenai korban maupun kerusakan yang belum terverifikasi. Pembaruan data akan dilakukan setelah seluruh laporan dari lapangan dikonfirmasi.
Penanganan terhadap korban luka dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak masih menjadi prioritas pemerintah daerah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
KPI Tabagsel Sampaikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Kelurahan Kantin
40 Anak di SLB Karya Murni Ruteng Dapat Trauma Healing dari Polres Manggarai
Polres Sumba Timur Gelar Do'a Lintas Agama Pasca Gempa NTT
Polisi di Sumba Timur Ajak Anak-anak Belajar Siaga Gempa Lewat Permainan
Seluruh BTS Terdampak Gempa NTT Dipastikan Kembali Beroperasi
Korban Gempa M 7,7 di NTT Bertambah Jadi 71 Orang
Komentar