Wanita Cantik Berwajah Indo Jerman Jadi Pawang Kuda Lumping di Pemalang
bulat.co.id/Ragil Surono
Shely, Pawang Kuda Lumping di Pemalang.
Ditemui awak media pada saat pementasan kolosal seni sintren dan kuda lumping, pada Selasa (28/2/2023), Shely mengatakan ingin mempertahankan kesenian kuda lumping karena banyak orang tua yang melarang anak perempuannya ikut bermain kuda lumping karena ketika kesurupan yang mengobati hanya pawang laki laki. Untuk itu dirinya merasa terpanggil karena memiliki kemampuan ilmu kebatinan.
"Saya suka ebeg (kuda lumping) dari dulu. Sedikit tahu tentang kebatinan, lalu saya terjun dilapangan," tutur Shely.
Shely yang sekaligus merupakan ketua pawang seni kuda lumping Turonggo Dewi Sinta menambahkan, "saya hanya ingin mempunyai wadah kesenian kuda lumping yang baik, dengan mempunyai satu group kuda lumping. Supaya anak-anak penari ebeg perempuan ketika kesurupan saat memainkan kuda lumping, tidak diobati oleh pawang laki -laki, biar terlihat ada harga dirinya,. Dengan adanya saya, pemain wanita diobati oleh saya" jelasnya.
Grup kuda lumping Turonggo Dewi Sinta saat ini terdiri dari 10 pewayang perempuan. "Satu barongan, satu celengan, serta satu asisten pawang (dalang) untuk satu kali tampil," lanjutnya.
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Sat Lantas Polres Tanah Karo Sosialisasi Penerapan Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas
Sambut HUT RI ke-80, BRI BO Kisaran Semarak dengan Dekorasi Bernuansa Budaya
Ketua DPRD Mabar Sambangi Kementerian ATR/BPN Terkait Ganti Rugi Lahan Embung Anak Munting
Siswa SMAN 5 Langsa Tampilkan Prosesi Adat Intat Linto Baro
BPN Mabar Tak Keluarkan Peta Bidang Tanah Bendung Anak Munting, Ganti Rugi Lahan Gagal
Antisipasi Bencana Gempa Bumi, Rutan Pemalang Gelar Simulasi Penyelamatan
Komentar