Ino Peni Menyebut Reklamasi Pantai Mawatu Berdampak Buruk Pada Ekosistem Laut karena Membabat Mangrove
Ino mengatakan Kalau reklamasi itu mengorbankan hutan mangrove tentu saja berdampak buruk pada ekosistem laut/pantai. Ino juga menyebut reklamasi itu tidak pernah dibicarakan di DPRD Manggarai Barat.
"Tidak pernah dibicarakan. Selama saya ketua Komisi 3, reklamasi itu tidak pernah dibicarakan," kata Ino saat diwawancara Jurnalis media ini. Rabu, [19/3] siang.
Baca Juga:
Menurutnya, reklamasi itu harus dilakukan melalui kajian yang komprhensif.
"Harus ada pemetaan yang jelas, di mana saja bisa dilakukan reklamasi dan di mana saja yang tidak boleh. Jangan sampai semua orang yang bangun hotel pinggir pantai nanti ramai-ramai reklamasi. Kalau sampai ini terjadi kan ruang publik di pantai menjadi habis dan dampaknya terhadap industri pariwisata kita pasti buruk," jelasnya.
Ino juga menegaskan bahwa reklamasi itu jangan sampai dijadikan cara untuk menutup akses masyarakat yang ingin menikmati pantai.
Juru Kampanye Kelautan Greenpeace Indonesia, Afdil mengungkapkan bahwa reklamasi pantai yang dilakukan oleh Mawatu akan berdampak pada ekosistem laut dan warga lokal.
Menurutnya masyarakat lokal akan kesulitan mendapatkan akses ke pantai tersebut. Afdil juga menyayangkan sikap Mawatu yang telah membabat sejumlah mangrove untuk kepentingan reklamasi.
Pihak Mawatu sendiri hingga saat ini belum bisa diwawancara. Alfred, orang yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan Mawatu Resort menolak untuk diwawancara.
Bobby Nasution Ungkap Alasan Walk Out dari Rapat Paripurna DPRD Sumut
Pengurus Cabor Pergatsi Kota Padangsidimpuan Gelar Muskot Perdana 2026 - 2030
10 Tempat Wisata Tersembunyi di Indonesia yang Masih Jarang Dikunjungi
Kejagung Ungkap Dugaan Modus TPPU Febrie Adriansyah
Ketua KPK: Modus Korupsi Kepala Daerah Masih Pakai Pola Lama