Sekjen PBB : Israel Lakukan Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Gaza
bulat.co.id -NEW YORK|Sekretaris Jenderal PBB,Antonio Guterreskembali menyampaikan tuntutannya untuk gencatan senjata di Gaza.
Baca Juga:
- Luar Biasa,UNPRI Gelar Empat Konferensi Internasional Sekaligus, Hadirkan 3.100 Peserta dari Delapan Negara
- Menguji Legalitas Tindakan Razia Pelat Aceh oleh Bobby Nasution: Perspektif Hukum Pidana
- Pecat dan Proses Hukum Oknum Terlibat Korupsi Kredit, BRI Kisaran Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Fraud
Dia mengatakan bahwa hukum internasional telah dilanggar dalam perang antara Hamas dan Israel.
Israel telah membombardir Jalur Gaza yang terkepung tanpa henti sejak 7 Oktober, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel Selatan dan menewaskan setidaknya 1.400 orang menurut pihak berwenang Israel.
Baca Juga :2 Lansia Israel yang Diculik di Jalur Gaza Dibebaskan Hamas
Setelah serangan itu, Israel memutus pasokan air, makanan, bahan bakar, dan listrik ke 2,3 juta penduduk di Gaza, sebuah tindakan yang oleh PBB disebut sebagai bentuk hukuman kolektif. Zionis juga melancarkan serangan ke wilayah tersebut, menewaskan setidaknya 5.791 orang, menurut pihak berwenang di Gaza, yang diperintah oleh Hamas.
Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi karena Israel memerintahkan warga Gaza Utara untuk mengungsi ke Selatan, namun serangan udara Israel terus berlanjut di seluruh wilayah tersebut.
Berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang pada Selasa, (24/10/23) Guterres memohon agar warga sipil dilindungi dan memperingatkan bahwa pertempuran tersebut berisiko menimbulkan konflik yang lebih besar di wilayah tersebut.
Luar Biasa,UNPRI Gelar Empat Konferensi Internasional Sekaligus, Hadirkan 3.100 Peserta dari Delapan Negara
Menguji Legalitas Tindakan Razia Pelat Aceh oleh Bobby Nasution: Perspektif Hukum Pidana
Pecat dan Proses Hukum Oknum Terlibat Korupsi Kredit, BRI Kisaran Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Fraud
Pecat dan Proses Hukum Oknum Terlibat Korupsi Kredit, BRI Kisaran Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Fraud
Terkait Pembunuhan Siswi, Alwi Tan: Pembunuhan Sadis Itu Direncanakan.