Bertemu Pemimpin Israel, Menlu AS Desak Hamas Setujui Gencatan Senjata
Hal itu disampaikan Blinken saat bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog di Tel Aviv, Israel. Washington telah meningkatkan tekanan pada semua pihak untuk mencapai gencatan senjata, sebuah pesan yang didorong oleh Blinken yang sedang melakukan tur regionalnya yang ketujuh sejak perang Gaza pecah pada bulan Oktober.
"Bahkan di masa-masa yang sangat sulit ini kami bertekad untuk mencapai gencatan senjata yang membawa pulang para sandera - dan mewujudkannya sekarang," kata Blinken, dilansir AFP, Rabu (1/5/24).
Baca Juga:
"Dan satu-satunya alasan mengapa hal itu tidak tercapai adalah karena Hamas," sambungnya.
Peran Herzog sebagian besar hanya bersifat seremonial. Kemudian Blinken dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyhu. Diketahui Netanyahu mendesak AS menyerukan gencatan senjata, lebih banyak bantuan ke Gaza, dan perlindungan yang lebih baik bagi warga sipil.
Beberapa jam sebelum Blinken mendarat di Tel Aviv pada Selasa malam, Netanyahu bersumpah untuk mengirim pasukan darat Israel ke Rafah meskipun AS mengkhawatirkan keselamatan 1,5 juta warga sipil yang berlindung di kota paling selatan Gaza.
"Kami akan memasuki Rafah dan kami akan melenyapkan batalion Hamas di sana dengan atau tanpa kesepakatan," katanya kepada keluarga beberapa sandera yang masih ditahan di Gaza, saat berada di kantornya.
Pernyataan Netanyahu muncul ketika Hamas sedang mempertimbangkan rencana gencatan senjata terbaru yang diusulkan dalam pembicaraan di Kairo dengan mediator AS, Mesir dan Qatar.
Pihak Hamas mengatakan mereka sedang mempertimbangkan rencana gencatan senjata selama 40 hari dan pertukaran sejumlah sandera dengan jumlah tahanan Palestina yang lebih besar.
Hamas, yang utusannya kembali dari perundingan Kairo ke markas mereka di Qatar, menyebut akan "membahas gagasan dan proposal tersebut", kata sumber Hamas, seraya menambahkan bahwa "kami ingin merespons secepat mungkin".
Al-Qahera News, sebuah situs yang terkait dengan badan intelijen Mesir, sebelumnya melaporkan bahwa perunding Hamas akan "kembali dengan tanggapan tertulis".
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah "akan menunggu jawaban hingga Rabu malam", dan kemudian "membuat keputusan" apakah akan mengirim utusan ke Kairo.
Kapolres Labuhanbatu Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Tingkat Kabupaten
Puluhan Massa AMB Unjuk Rasa di Kantor DPRD Padangsidimpuan
Tindaklanjuti Dumas Terkait Narkoba, Polsek Marbau Langsung Gerebek Rumah Kontrakan
Bupati Tapsel Dorong 47 Ha Potensi TORA di Arse Masuk Reforma Agraria, Targetkan Penataan Akses 200 KK
Soal Dugaan Limbah PKS TSP, pemilik Buka Suara: Kami Kantongi Izin dan Pelaksanaan Berdasar Regulasi