Gedung Putih Mengonfirmasi Kematian Seorang Warga AS dalam Serangan Israel di Lebanon
"Dalam beberapa hari terakhirnya, ayah saya memilih untuk tinggal di dekat rumah sakit utama di Nabatieh untuk membantu para lansia, penyandang disabilitas, korban cedera, dan mereka yang mengalami kesulitan finansial. Dia bertindak sebagai mentor, menyediakan makanan, kasus, dan kenyamanan lainnya, serta melunasi utang mereka secara anonim," tutur Nadine Jawad dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Instagram.
Baca Juga:
Terkait dengan status kewarganegaraan ayahnya, Nadine Jawad menyebut bahwa itu tidak membuat riwayatnya lebih penting dibandingkan orang lain, seperti dilansir dari antara.
Nyawa ayahnya juga termasuk dalam salah satu dari 50 ribu lebih nyawa yang hilang akibat agresi Israel di Timur Tengah.
Kamel Ahmad Jawad merupakan penduduk Dearborn, Michigan, dan pemakamannya akan dijadwalkan pada hari Minggu (6/10) pukul 3 sore waktu setempat di Islamic Center of America di dekat Kota Detroit.
Tragedi Kemanusiaan: 12 Hari Terakhir 1.000 Warga Lebanon Tewas Dihabisi Israel
Saham di Asia Tenggara Kompak Menghijau, IHSG Naik 1,51% Pekan Ini
Tekanan Biden pada Netanyahu untuk Segera Selesaikan Pembicaraan Gencatan Senjata
Dolar Tersungkur, Rupiah Meroket ! Drama Pasar Asia Bikin Heboh
Inflasi Amerika Serikat Melonjak, Pasar Keuangan di Ambang Ketidakpastian
Kenapa Saham di Asia Merosot Pasca Presiden Amerika Serikat Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden 2024
PTPN IV Regional VI Santuni 100 Anak Yatim pada Peringatan Nuzulul Quran
Hasil RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar
BRI BO Kisaran Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan 2026
Ramadhan Penuh Berkah, Prima Group Berbagi dengan 30 Panti Asuhan di Medan
BRI BO KIsaran Jalin Silaturahmi dengan Kodim 0204/Asahan
BRI BO Kisaran Jalin Silaturahmi dengan Kejari Batu Bara
Tebar Kepedulian di Ramadan, Polsek Perbaungan Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama