Yordania Memastikan Keamanan Wilayah Udara dari Zona Perang
Redaksi - Kamis, 17 Oktober 2024 14:00 WIB
Situasi kacau akibat perang berkepanjangan
bulat.co.id -Yordania menegaskan bahwa wilayah udaranya tidak boleh menjadi zona perang kelompok manapun, terutama dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menekankan bahwa pihaknya akan melindungi kedaulatan serta wilayah udara dari ancaman dan memastikan keamanan warganya.
Baca Juga:
Hal ini disampaikan saat ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang tengah melakukan kunjungan regional di Yordania. Araghchi akan melanjutkan kunjungannya ke Mesir pada Kamis (17/10/2024).
Safadi menyoroti pentingnya menghentikan serangan Israel di Gaza dan Lebanon, serta usaha untuk mengakhiri eskalasi regional. Ia menegaskan bahwa
"langkah pertama menuju de-eskalasi dan pemulihan ketenangan di kawasan" adalah dengan menghentikan serangan Israel, escalasi militer, serta pelanggaran terhadap situs suci Islam dan Kristen.
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Polisi Ungkap Alasan Pemblokiran Rekening Aktivis Botok Di Depan DPR
Ijeck Diganti, PLT Ketua DPD Golkar Sumut Ditunjuk Untuk Laksanakan Musda
Tim Mario-Richard Minta KPU Mabar Jaga Profesionalitas dalam Sortir Surat Suara
Israel Kian Brutal Serang Rumah Sakit di Gaza, 42.800 Orang Dilaporkan Meninggal
Hizbullah Bombardir Tel Aviv dan Haifa, Israel Umumkan Keadaan Darurat, Bandara Ditutup
Agresi Israel di Lebanon: Hampir 400 Ribu Orang Memasuki Suriah
Komentar
Berita Terbaru
Wapres RI Gibran Tinjau Huntap dan Progres Pemulihan Pascabencana di Batang Toru
Jadi Ruang Komunikasi, Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu memasuki Pekan ke-22
Kapolres Labuhanbatu Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Tingkat Kabupaten
Perkuat Tekad, Austin Tumengkol Sowan ke PWI Pusat, Ini Pesan Cak Munir
Puluhan Massa AMB Unjuk Rasa di Kantor DPRD Padangsidimpuan
Tindaklanjuti Dumas Terkait Narkoba, Polsek Marbau Langsung Gerebek Rumah Kontrakan
Bupati Tapsel Dorong 47 Ha Potensi TORA di Arse Masuk Reforma Agraria, Targetkan Penataan Akses 200 KK