Pelatihan Penyusunan Buku di FEB UMSU Gali Strategi Khusus Menulis Monografi
bulat.co.id - Pelatihan penulisan dan penyusunan buku monograf berpotensi menggali strategi khusus dalam menulis monografi.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan saat narasumber utama Dosen Unimed, Dr Ridwan Abdullah Sani, MSi menyampaikan bahan materinya. Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UMSU, Januri, SE, MM, MSi diwakili Wakil Dekan I FEB UMSU, Dr Ade Gunawan, MSi yang membuka pelatihan penulisan buku Monograf di Aula FEB UMSU, Selasa (9/8/2022). Tampak hadir Wakil Dekan III FEB, Dr Hasrudi Tanjung dan para dosen FEB lainnya.
Narasumber utama Dosen Unimed, Dr Ridwan Abdullah Sani, MSi mengatakan perlu strategi khusus dalam menulis monografi dan intinya harus ada pembeda antara monografi dengan penulisan karya ilmiah. "Agar buku monografi bisa mendapat ISBN, dosen harus tahu triknya," terang Penulis yang dikenal produktif ini.
Wakil Dekan I FEB, Dr Ade Gunawan, MSi mengatakan FEB punya target tersendiri bagi dosen-dosen dalam menghasilkan karya. Selain harus memiliki jurnal yang terindeks Scopus dan Sinta para dosen juga dituntut memiliki karya seperti buku.
"Ini bisa berdampak pada peningkatan sitasi dosen dan ke depannya pada akreditasi prodi dan institusi," ujarnya.
Kepala UMSU Press, Muhammad Arifin, SPd, MPd menuturkan saatnya dosen memiliki buku karena buku merupakan karya dosen dalam bidang pengetahuan dan sudah menjadi perhatian pemerintah.
"Terbaru buku ikut dinilai dalam Sinta dan yang paling membanggakan yakni UMSU memfasilitasi dengan memberikan insentif," ungkapnya.
Mantan Jurnalis ini mengajak agar perlahan dosen mulai menulis buku mengajar, buku monografi dan buku referensi.
(fin)
Tebar Kepedulian di Ramadan, Polsek Perbaungan Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama
Polsek Dolok Masihul Olah TKP Kebakaran Rumah dan Klinik Ananda
Imigrasi Belawan Deportasi 3 WNA Korea Selatan Terkait Investasi Fiktif
Dapur SPPG di Kabupaten Sergai Layani 137.959 Penerima Manfaat di Bulan Ramadan
Viral di Media Sosial, Lapas Kelas II A Rantauprapat Diduga Kutip Tarif Hunian Kepada WBP