SIKAP PEMUDA MEMANDANG PILKADA Oleh Muhammad Gibran Rambe 

Reza Mohammad - Jumat, 02 Agustus 2024 14:00 WIB
SIKAP PEMUDA MEMANDANG PILKADA Oleh Muhammad Gibran Rambe 
Reza


Advertisement

Dalam pandangan para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasannya pemuda tidak hanya dapat dilihat dari aspek biologis saja melainkan kita harus mampu melihat pemuda itu dari pemikirannya, inovasinya, kemampuan serta kapasitasnya dan juga tidak luput dari aspek kematangan emosinya tanpa melulu melihat dari kategori usia. Selama itu sejalan dengan kondisi kontemporer dan juga relevan dengan keresahan pemuda pada umumnya bisa disimpulkan bahwasannya seseorang itu dikatakan sebagai representasi pemuda walaupun sudah melewati usia 35 tahun.

Baca Juga:

Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang dalam dirinya terdapat esensi kepemimpinan yang bersifat integratif, artinya pemimpin perlu memiliki kesatuan pandangan mengenai agama, kehidupan sosial, kehidupan politik kenegaraan, ekonomi, hukum, dan budaya. Pemimpin yang unggul dalam soal agama, unggul dalam pemikiran tentang politik, tata negara, ekonomi, hukum, manajemen dan peradaban atau dapat kita sebut sebagai tipe pemimpin ideal dengan sendirinya akan membawa implikasi bagi rekonstruksi apa yang selama ini dinilai benar secara politik oleh sebagian orang, ternyata suatu penyimpangan dalam arti sesungguhnya menurut ukuran kebenaran.

Dalam kontestasi politik khususnya pilkada mendatang banyak sekali yang mengatasnamakan kaum muda yang tampil untuk meramaikan dan berpartisipasi pada pemilihan kepala daerah tersebut dan menjadikan dirinya seolah-olah represntasi dan simbol dari kaum muda tetapi hal itu belum tentu sejalan dengan realitas dan keinginan kaum muda secara hakiki.

Peran pemuda memang sangat penting dan cukup diperhatikan terutama pada konteks politik elektoral seperti pilkada karena kaum muda menjadi kaum dengan persentase terbesar dibandingkan dengan yang lainnya sehingga hal tersebut menjadi dua mata pisau bagi pemuda apakah memang mewakili pemuda atau hanya menjadikan pemuda sebagai komoditas dan narasi politik semata.

Dinamika politik nasional menuju Pilkada 2024 semakin ramai, seiring dengan aksi-reaksi yang terjadi di antara kekuatan yang akan memasuki gelanggang pertarungan.

Partai politik kini harus mengayuh di antara harapan publik yang tecermin dari opini publik yang berkembang, kepentingan partai lain, dan tentunya kepentingan politik mereka sendiri.


Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru