Tim Gordang Sambilan Somasi Bupati Madina Terkait Biaya Pemenangan
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Gordang Sambilan, Miswar Daulay di markas Tim Gordang Sambilan, perumahan Griya Madina Centre, Panyabungan, Senin (24/11/2025). Dalam konfrensi persnya, Miswar meminta maaf kepada seluruh masyarakat di Madina.
"Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Madina yang memilih pasangan Bupati Saipullah Nasution - Atika Azmi Utammi. Karena kami telah merekomendasikan pasangan yang salah untuk memimpin Madina," jelas Miswar.
Baca Juga:
Miswar menjelaskan Somasi yang mereka kirimkan tertanggal 19 November 2025 ini memberikan tenggat waktu kepada Saipullah Nasution untuk membayar dan melunasi hutangnya ketika periode kampanye Pilkada 2024 kemarin.
"Kalau hitungannya sekitar 1 sampai 2 miliar yang menjadi hutan dari Pak Saipullah. Uang itu untuk operasional tim hingga kepada relawan-relawan di seluruh kecamatan dan desa ketika jelang hari pemilihan. Dan ini sudah diketahui oleh Pak Saipullah ketika itu," jelasnya.
Bahkan menurut Miswar, ada bagian tim Pemenangan Saipullah-Atika (Sahata) yang memberikan uang kepada tim Gordang Sambilan jelang hari pemilihan. Namun menurut Miswar, uang dari tim itu masih tergolong kurang.
"Tim Gordang Sambilan terima uang dari Fahmi dan Syafril untuk dibagikan kepada relawan di desa-desa jelang hari pemilihan. Uang itu pun tergolong kurang. Bahkan kami harus mencari pinjaman agar menutupi kekurangan itu," tutur Miswar.
Miswar pun menunjukkan bukti adanya kwitansi dari Tim Gordang Sambilan yang diberikan kepada orang suruhan Saipullah Nasution. Menurut Miswar, Saipullah Nasution menelpon dirinya untuk meminta uang Rp 700 juta karena desa Hutabaringin belum ada relawan yang menerima.
"Jika rekan-rekan sebut ini money politik silahkan. Karena inilah kenyataannya. Namun permintaan 700 juta itu tidak bisa diakomodir, karena memang tidak ada uangnya," tegasnya.
Miswar juga menambahkan, somasi ini merupakan langkah hukum pertama yang mereka kirimkan ke Saipullah Nasution selaku Bupati Madina. Dia tidak menutup kemungkinan akan ada langkah hukum lainnya. Termasuk menggugat Bupati Madina di Pengadilan.
"Kita akan berdiskusi dengan kuasa hukum kita. Langkah hukum selanjutnya pasti ada, termasuk menyerahkan data dan bukti yang kita punya. Ini bukan ancaman, tapi ini bentuk kritik kita kepada pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Madina saat ini," tutupnya.
Miswaruddin Daulay, S. Pd : Saipullah Nasution Keliru Menyuruh Meminta Maaf, Itu Salah Alamat
Polantas Madina Berikan Reward kepada Masyarakat yang Taati Aturan
Telah Tercecer BPKB Kendaraan
RSU Melati Perbaungan Peringati World Cleanup Day 2025: Aksi Gotongroyong Patuhi Surat Edaran Bupati Sergai
TNI-Polri Kawal Kades Nagur Cup, Bupati Sergai Resmi Buka Kick Off