Rugikan Negara Rp 2 Miliar, Dit Polairud Poldasu Gagalkan Penyeludupan Ratusan Ribu Liter BBM Ilegal
Baca juga: Tawuran Antar Warga Kembali Pecah di Belawan, 3 Orang Dikabarkan Terkena Tembakan Senapan Angin
Rencananya, ratusan ribu liter solar tersebut akan dikirimkan ke Pekan Baru, Riau melalui jalur laut. Dari hasil pemeriksaan pelaku KY alias Ayen, ia mengaku memperoleh BBM tersebut dari wilayah Perlak, Aceh.
Baca Juga:
- Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
- PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
- UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Pengungkapan kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Komandan Kapal KP. Kedidi 3015 IPTU Rizky Hidayah ke Subdit Gakkum Dit Polairud Poldasu pada (13/11/2022) yang mencurigai aktivitas bongkar muat minyak selama tiga pekan. Setelah melakukan pemeriksaan, para pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen resmi seperti ijin transportasi laut, PO, LO dan surat jalan pengantaran BBM yang sudah berada di dalam kapal tangker dari PT Teladan Makmur Jaya Cabang Palembang.
Direktur Polairud Polda Sumut Kombes Toni Ariadi Effendi menerangkan, minyak mentah dari Perlak Aceh itu dikelola dan kemudian dicampur dengan BBM lain, salah satunya Pertalite.
"Misalnya mereka dapat 10 ton dicampur minyak mentah 10 ton, kadang-kadang ada 2 ton dicampur pertalite atau apa hasilnya 8-9 ton itulah yang dijual," ucapnya.
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Bersih, Belajar, Berdaya: Jejak Mahasiswa Lintas Kampus di Kebun Medang Ara
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Kolaborasi Gelar Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang