TPPS Kota Padangsidimpuan Tahun 2024 Laksanakan Rakor

Pj Wali Kota Padangsidimpuan H Timur Tumanggor SSos MAP diwakili Asisten II, Rahuddin Harahap SH MH menyampaikan hasil pelaksanaan pengukuran dan penimbangan balita kepada 16.868 balita terdata.
Di mana, perolehan data kondisi status gizi balita sebagai berikut, 1156 balita stunting, 437 wasting, 774 underweight dan 425 balita gizi kurang serta 1156 atau 6.85% Prevalensi stunting.
Baca Juga:
"Penting dilakukan pelaksanaaan intervensi serentak pencegahan stunting lanjutan melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi yang sesuai bagi seluruh ibu hamil, baduta, balita dan calon pengantin yang memiliki masalah gizi secara berkelanjutan," sebutnya.
Satgas Stunting BKKBN Sumatera Utara (Sumut), Pauzi SGz menerangkan bahwa Rakor ini adalah lanjutan dari intervensi stunting yang dilaksanakan pada Juni 2024.
Dan tujuan Rakor ini agar Pemko Padangsidimpuan khususnya bisa menindaklanjuti hasil dari intervensi serentak karena masih memiliki permasalahan gizi pada sasaran untuk stunting termasuk baduta, balita, ibu hamil dan calon pengantin.
"Dengan giat monev ini, diharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa bergerak secara massif dan dapat berdampak untuk penurunan angka stunting di Kota Padangsidimpuan Tahun 2024", terang Pauzi.

Massa GAPERTA Minta Satpol PP Padangsidimpuan Tindak Warung Remang-Remang berkedok Lapo Tuak

Lapas Padangsidimpuan Gelar Razia Gabungan Rangka Sambut HBP Ke-61

Wali Kota Padangsidimpuan Pastikan Kelayakan dan Tertib Administrasi Kendaraan Dinas

Humas Tabagsel Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Kejari Padangsidimpuan Usut Dugaan Korupsi Anggaran RDTR

Diduga Gelapkan Mobil, Kades Pudun Jae Terlapor
