Mengenang Sosok Hamzah Haz, dari Wartawan, Guru hingga Wakil Presiden Republik Indonesia ke 9
Karena aktif berorganisasi sejak SMP, ia juga aktif berorganisasi saat kuliah dengan mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Di organisasi tersebut, ia terpilih menjadi ketua.
Di luar kampus, pada tahun 1965, Hamzah Haz kembali ke Pontianak dan meneruskan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura dan mengambil jurusan ekonomi perusahaan.
Baca Juga:
Di kalangan politik, ia menjadi Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak dan mewakili Angkatan '66 di DPRD Kalimantan Barat. Selanjutnya, ia mewakili NU di Gedung DPR/MPR Senayan pada tahun 1971.
Setelah NU berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan, ia terpilih menjadi anggota DPR dan mewakili PPP.
Hamzah Haz sudah beberapa periode menjadi pengurus PPP dan terakhir ia menjadi salah seorang ketua DPP PPP, sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPP PPP pada akhir tahun 1998.
Pada tahun yang sama, Hamzah menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kabinet Presiden B.J. Habibie.
Sebagai hasil Pemilu 1999, terbentuk kabinet pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Pada tanggal 29 Oktober 1999, Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin).
Tudingan Larang Wartawan Meliput: Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi Berikan Klarifikasi
Dorong Pers Profesional, PTPN IV Regional VI Gelar Pelatihan UKW bagi Wartawan Langsa
Kadis Perindag Manggarai Barat Resmi Dilapor ke Polisi oleh Wartawan
Bupati Manggarai Barat Didesak Copot Kadis Perindag Gabriel Bagung
Kadis Perindag Mabar Diduga Maki maki Wartawan karena Ditanya Alasan Ikut Pelantikan Bupati