Wisuda UNPRI, Rektor Chrismis: Jangan Berhenti pada Gelar, Jadilah Lulusan Adaptif di Era AI
Sugiatmo - Minggu, 30 Agustus 2026 09:40 WIB
bulat.co.id/dok
Rektor UNPRI Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting Wisuda mahasiswa Periode VIII Tahun 2026 Kamis (27/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026) di Aula Kampus Utama UNPRI, Jalan Sampul, Medan.
bulat.co.id - Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes., mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai akhir dari proses belajar. Di tengah perubahan dunia kerja yang dipengaruhi transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), lulusan dituntut terus beradaptasi, berpikir kritis, serta mampu menciptakan gagasan dan solusi.Pesan itu disampaikan Rektor UNPRI Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting dalam pidatonya pada wisuda/" target="_blank">Wisuda Periode VIII Tahun 2026 Universitas Prima Indonesia yang digelar Kamis (27/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026) di Aula Kampus Utama UNPRI, Jalan Sampul, Medan.
Baca Juga:wisuda/" target="_blank">Wisuda tersebut diikuti lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai Diploma Tiga, Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis hingga Doktor."Bekal Saudara tidak boleh berhenti pada apa yang telah dipelajari di ruang kuliah. Saudara perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi terhadap perubahan, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, bekerja sama, serta berani menghadirkan gagasan dan solusi," kata Prof Chrismis.Menurutnya, dunia yang akan dihadapi para lulusan terus berubah dengan cepat. Transformasi digital, kecerdasan buatan, big data, ekonomi hijau dan perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi dan menciptakan nilai.Namun, perubahan tersebut tidak semata-mata menjadi tantangan. Di balik perubahan, kata Prof Chrismis, terdapat peluang lahirnya berbagai inovasi, bidang pekerjaan dan profesi baru.Karena itu, ia mendorong para lulusan UNPRI menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, kreativitas dan kemampuan bekerja bersama orang lain."Pegang teguh semangat lifelong learning. Teruslah memperbarui pengetahuan, memperluas pengalaman, dan meningkatkan kemampuan, karena dunia profesional akan terus berkembang jauh setelah Saudara meninggalkan ruang kuliah," ujarnya. Prof Chrismis mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNPRI yang terus memperkuat kurikulum berbasis outcome, memperluas kemitraan serta mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi UNPRI, yakni "Menjadi Universitas Unggul dalam bidang Socio Technopreneurship yang adaptif dan inovatif."Ia pun meminta para lulusan membawa semangat socio technopreneurship dalam kehidupan setelah meninggalkan kampus. Lulusan diharapkan berani menciptakan gagasan, mampu melihat peluang, memiliki kepedulian sosial dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan solusi bagi persoalan di lingkungan sekitar."Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi posisi yang dapat Saudara capai, tetapi juga oleh kualitas keputusan yang Saudara ambil dan dampak yang Saudara berikan melalui profesi masing-masing," katanya.Dalam pidatonya, Chrismis juga menegaskan komitmen UNPRI untuk terus berkembang melalui penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan mutu akademik serta pengembangan jejaring dan kerja sama.Menurutnya, pencapaian akreditasi institusi dengan predikat Unggul bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus mempersiapkan langkah menuju pengakuan dan jejaring akademik internasional.Saat ini, UNPRI telah memiliki 60 program studi mulai jenjang Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis hingga Doktor, termasuk pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama di Pekanbaru."Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa UNPRI terus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan," ungkapnya. Chrismis juga mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diterima membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk menggunakan ilmu secara bertanggung jawab, menjunjung profesionalisme dan memberikan manfaat melalui bidang yang ditekuni."Gunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan. Gunakan keahlian untuk membantu sesama. Dan gunakan kesempatan yang Saudara miliki untuk menciptakan sesuatu yang bernilai," pesannya.wisuda/" target="_blank">Wisuda Periode VIII Tahun 2026 memiliki arti khusus bagi UNPRI karena menjadi bagian dari perjalanan awal sejumlah program pendidikan.Prof Chrismis menyampaikan selamat kepada wisudawan dan wisudawati angkatan pertama Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi, Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Program Studi Magister Keperawatan, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Kampus Kota Pekanbaru serta Program Studi Sarjana Arsitektur.Sebagai lulusan angkatan pertama, mereka dinilai menjadi bagian dari sejarah awal perkembangan program-program tersebut sekaligus menjadi gambaran awal kualitas dan karakter lulusan yang dihasilkan."Saya berharap Saudara dapat menunjukkan kompetensi dan profesionalisme yang baik dalam menjalankan bidang masing-masing, sehingga perjalanan Saudara dapat menjadi fondasi positif bagi generasi berikutnya," katanya.Momentum wisuda juga semakin istimewa dengan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada tiga tokoh atas kontribusi, dedikasi dan pengabdian luar biasa di bidang masing-masing.Ketiga penerima gelar tersebut yakni Mr. Exequiel P. Yumang, MD, dalam bidang Ilmu Kedokteran; Mr. Al Farabi Lee Jaafar, MD, dalam bidang Ilmu Kedokteran; dan Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dalam bidang Ilmu Hukum."Atas nama keluarga besar Universitas Prima Indonesia, saya menyampaikan selamat dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada ketiga penerima Doktor Honoris Causa," ujar Chrismis. Ia berharap keteladanan ketiga tokoh tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan ilmu, membangun karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Prof. Drs. Syaiful Anwar Matondang, MA., Ph.D., mengingatkan para lulusan bahwa perjalanan setelah wisuda tidak otomatis mudah. Mereka masih harus berjuang memasuki dunia kerja di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan."Lulusan UNPRI yang diwisuda hari ini tentu masih harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Pada saat sekarang ini, kondisi global ekonomi kita mulai dari Asia, Eropa sampai Amerika mengalami kesulitan yang luar biasa," katanya.Namun, menurut Syaiful, kesulitan tersebut harus dihadapi dengan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang lengkap serta profesional."Di dalam kesulitan itu tentunya Allah memberikan berkah kepada kita berupa ilmu pengetahuan dan skill yang lengkap dan profesional yang diperhitungkan di Indonesia dan di luar negeri," ujarnya.Sementara itu, Ketua BPH Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Prof. Dr. Tommy Leonard, SH., MKn, kepada wartawan Sabtu (29/8) mengatakan, lulusan UNPRI tidak hanya mengandalkan kompetensi akademik.Menurutnya, karakter, integritas, kemampuan beradaptasi dan keberanian menghadapi perubahan zaman menjadi modal penting bagi lulusan, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin cepat."Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang; tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama," kata Prof Tommy.Hadir dalam wisuda tersebut, Founder UNPRI Prof. Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM., Sp.K.K.L.P., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Dr. drg. Florenly, MHSM., MPH., C.Ort., FICCDE, Penasihat Akademik UNPRI Prof. Dr. dr. Farhat, M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L (K), Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prima Dr. drg. Florenly, MHSM., MPH., C.Ort., FICCDE, para Wakil Rektor, Ketua Lembaga/Biro, Dekan dan keluarga wisudawan.Turut hadir Malaysian Medical Council Prof. Dato' Sri Dr. Abu Hassan A. Abdullah, Chairman Philippine Board of Cosmetic Surgery (PBCS) Republic of the Philippines Al Farabi Lee Jaafar, MD, President Philippine Society for Cosmetic Surgery, President Philippine Federation of Cosmetic Surgeons Republic of the Philippines Exequiel P. Yumang, MD, Sekda Kabupaten Nias Samson P. Zai, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Kabupaten Toba Drs. Audy Murphy O Sitorus, S.H., M.Si.
Tags
Berita Terkait
Wisuda Periode II 2026 UNPRI Jadi Panggung Global: Pengukuhan 1.141 Lulusan dan Adjunct Professor Internasional
237 Mahasiswa STMIK Kaputama Jalani Wisuda Program Sarjana & Ahli Madya Angkatan XXIII TA.2024/2025
507 Mahasiswa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu Angkatan XIII Diwisuda
Jelang Missio Canonica dan Wisuda, 130 Mahasiswa STIPAR Ende Jalani Retret Penuh Makna
Rektor Wisuda 417 Sarjana UM-Tapsel
Ribuan Wisudawan Program S2 Dan S3 Unsoed Purwokerto Dilepas Direktur Pascasarjana
Komentar