Debat Cawapres Pilpres 2024 Ditiadakan Padahal Paling Ditunggu Publik, Netizen: KPU Sudah Memihak
Komposisi debat tersebut cukup berbeda dengan debat saat Pilpres di tahun 2019 lalu, dimana saat itu dua kali debat dihadiri pasangan capres cawapres, dua kali hanya khusus dihadiri capres dan satu kali khusus dihadiri cawapres.
Perbedaan format debat kali ini diakui Hasyim telah menjadi kesepakatan antara KPU dengan perwakilan tim sukses dari ketiga paslon pada Rabu (29/11/2023) lalu.
Baca Juga:
"Ini kan kita bicarakan, kita sepakati baiknya yang mana. Ini (format debat pasangan hadir selalu) salah satu kesepakatan yang kita capai,"
Menurut Hasyim, format baru ini membuat masyarakat lebih mudah mengetahui kekompakan dari masing-masing pasangan capres cawapres yang terlihat saat debat.
Tentu saja keputusan KPU untuk merubah format debat capres cawapres kali ini cukup menuai kontroversi.
Banyak yang merasa kecewa karena menunggu momen tersebut dan akhirnya berkomentar bahwa KPU memihak kepada paslon nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Padahal gue nungguin Gibran adu wawasan dan adu gagasan," ujar salah satu warganet dalam kolom komentar akun Instagram @mood.jakarta yang menampilkan postingan terkait KPU ini.
Surya Wahyu Danil : Masyarakat Madina Harus Hormati Proses MK
ON MA Resmi Daftarkan Gugatan Perselisihan Pilkada Madina ke MK
Pilkada Madina Janggal dan Banyaknya Kejadian Khusus di Natal
Tim “On Ma” Lapor ke Bawaslu Terkait Dugaan “Money Politics” Dan ASN Tidak Netral
ON MA Unggul 2620 Suara di Kecamatan Batang Natal