Pelayanan Publik Bagian Paling Penting Untuk Wujudkan Good Governance
Hal itu disampaikan H Dolly ketika menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Pimpinan Ombudsman RI diruang rapat Kantor Bupati Tapsel, Rabu (26/6/2024).
Dimana, Kunker Ombudsman RI ke Tapsel terkait koordinasi kelembagaan dalam penguatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Tapsel.
Baca Juga:
Bupati Dolly mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ombudsman RI, yangmana giat ini sudah berjalan dari tahun 2015.
Sementara Tapsel baru 2 tahun lolos kepatuhan zona hijau dan ini sudah ke 3 kalinya Pemkab Tapsel ikut serta.
Pemda salah satu institusi penyelenggara pelayanan publik yang harus memberikan pelayanan publik sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Tentu kedepan saya berharap bisa memberikan kemudahan pelayanan yang baik bagi seluruh masyarakat Tapsel," harap Dolly.
Dolly juga menekankan agar seluruh OPD untuk sama-sama berbenah dan belajar dari pengalaman serta meminta petunjuk dari Ombudsman bagaimana memberikan pelayanan yang baik.
Apalagi Tapsel sudah 2 kali mendapatkan zona kepatuhan hijau, maka perlu ditingkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Dengan terus menciptakan terobosan-terobosan yang memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat.
"Walaupun nilai Tapsel meningkat, jangan puas dulu karena ada kabupaten lain yang lebih tinggi nilainya. Tentu kekurangan kita dalam penilaian sebelumnya menjadi pedoman untuk peningkatan nilai survei tahun ini," tutur Dolly.
Sementara Pimpinan Ombudsman RI Jamsly Hutabarat menyampaikan hal yang perlu di persiapkan Pemkab Tapsel, sebelum penilaian dari Ombudsman turun kelapangan.
Warning: A non-numeric value encountered in /home/u729743767/domains/bulat.co.id/public_html/theme/detail.php on line 313
Bupati Tapsel Resmi Buka MTQ Ke-58 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten
Sinyal Toleransi Beragama, HKBP Ikut Pawai Ta'aruf MTQ di Aek Bilah Tapsel
DPD WIB Tapsel Unjuk Rasa di Kantor Bupati Terkait Dana CSR yang Disorot KPK
Kecamatan Aek Bilah Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Ke-58 Tingkat Kabupaten Tapsel Tahun 2026
Peringatan Harkitnas Ke-118 Dimaknai Sebagai Refleksi Sejarah