Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Harga Mencekik, Petani di Sipirok Tapsel Menjerit

Suhut Gultom - Jumat, 23 Oktober 2026 14:00 WIB
Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Harga Mencekik, Petani di Sipirok Tapsel Menjerit
Pupuk subsidi langka dan harga tinggi di Sipirok Tapsel
bulat.co.id - Tapsel, Harga Pupuk Subsidi di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mencekik, hingga sebesar Rp.190.000,- sampai Rp.200.000, -/sak dan sulit didapatkan. Kondisi ini menyebabkan petani di Sipirok menjerit.

"Harga HET hanya Rp 94.000 namun di pasaran rata rata Rp 200.000 per sak, itupun sulit di dapatkan," ujar Hendra (51), salah satu petani dan warga sipirok ke awak media, di Padangsidimpuan, Selasa (20/10/2026)

Hendra didampingi sejumlah petani lainnya yang khusus datang ke Padangsidimpuan menyebutkan, bahwa kondisi tersebut memaksa mereka membeli pupuk non subsidi yang harganya di atas Rp 400.000.

Baca Juga:

Dimana, lebih dari 10 kios yang berada di Kecamatan Sipirok tidak selalu memiliki pupuk subsidi di kiosnya, dan hal itu dapat dibuktikan dengan kekosongan pupuk subsidi di kios kios tersebut yang lebih sering kosong, dan yang ada hanya pupuk non subsidi. Kondisi ini menyebabkan merosotnya hasil panen dan tidak tertutup kemungkinan mengalami gagal panen.

"Dengan langka dan tingginya harga pupuk subsidi, bisa menyebabkan hasil panen kami jauh merosot, sementara Bupati Tapsel selalu menggaungkan swasembada pangan," sebut Hendra.

Hendra berharap Pemda Tapsel melalui Dinas Pertanian dapat menelusuri kendala pendistribusian pupuk subsidi tersebut di lapangan. Mereka juga meminta pengawasan ketat terhadap distributor ataupun kios-kios tersebut, guna mengantisipasi adanya dugaan potensi penyimpangan dan penimbunan pupuk subsidi dimaksud.

"Kiranya pemerintah daerah segera turu mengidentifikasi masalah langkanya pupuk subsidi di lapangan. Jika ditemukan ada pihak distributor ataupun kios-kios yang sengaja melakukan pelanggaran mohon ditindak tegas," pinta Hendra.

Ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp Kadis Pertanian Tapsel, Muhammad Taufik Batubara SP MM terkait hal tersebut, sampai naiknya berita ini belum memberikan jawaban maupun sanggahan ataupun tanggapan.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru