Stok Pupuk Bersubsidi di Sergai Dipastikan Mencukupi, Distribusi Juni 2026 Berjalan Normal
Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan observasi lapangan serta konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait, menyusul munculnya informasi mengenai dugaan kelangkaan pupuk bersubsidi, khususnya Urea, di beberapa wilayah Sergai pada awal musim tanam.
Direktur CV Bedagai Agro Sejati (BAS) selaku distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Sergai, Rismauli br Nadeak, menegaskan bahwa stok pupuk subsidi saat ini berada dalam kondisi mencukupi.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, sempat terjadi gangguan pasokan akibat terganggunya produksi pupuk Urea di pabrik yang berada di Lhokseumawe, Aceh, karena terdampak bencana alam. Namun, kondisi tersebut kini telah kembali normal setelah adanya tambahan pasokan dari Kalimantan Timur.
"Pada awal Mei lalu telah masuk pasokan pupuk Urea subsidi dari Kalimantan Timur sebanyak 26.000 ton. Hari ini juga telah sandar kapal yang membawa sekitar 25.000 ton pupuk Urea subsidi. Dengan demikian, stok pupuk Urea untuk Sergai dipastikan mencukupi kebutuhan petani," ujar Rismauli, Kamis (4/6/2026).
Selain Urea, ketersediaan pupuk NPK bersubsidi juga dipastikan aman. Menurut Rismauli, produksi dari pabrik di Aceh telah kembali berjalan normal sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi sesuai jadwal pemupukan.
"Kami telah memprioritaskan kebutuhan petani Sergai, terutama pada masa awal tanam. Untuk pupuk NPK yang digunakan pada tahap pemupukan berikutnya juga sudah disiapkan," katanya.
Rismauli juga mengingatkan seluruh agen penyalur dan Pengecer Pupuk Tersubsidi (PPTS) agar memprioritaskan petani yang telah terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Menurutnya, penyaluran pupuk subsidi harus mengacu pada data yang telah terverifikasi dalam sistem i-Pubers guna memastikan distribusi tepat sasaran.
"Petani yang belum terdaftar dalam RDKK sebaiknya tidak dilayani terlebih dahulu karena penyaluran pupuk subsidi dilakukan berdasarkan data yang telah terverifikasi melalui sistem i-Pubers. Bagi petani yang belum terdaftar, silakan mengurus pendaftaran melalui ketua kelompok tani atau Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)," tegasnya.
Lebih lanjut, pihak distributor meminta seluruh PPTS di Kabupaten Sergai untuk terus menjalin komunikasi aktif dan segera melaporkan apabila menemukan hambatan dalam proses distribusi pupuk bersubsidi.
"Kami selalu membuka komunikasi dengan para penyalur. Jika ada kendala dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang penyalur pupuk bersubsidi di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Hardi, mengakui masih terdapat sejumlah petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut umumnya terjadi pada petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani penerima pupuk bersubsidi.
"Yang mengalami kesulitan membeli pupuk biasanya petani yang tidak terdaftar dalam keanggotaan kelompok tani. Untuk petani yang sudah masuk dan terdaftar, sejauh ini tidak ada masalah. Harga pupuk juga masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dengan ketersediaan stok yang dinyatakan aman serta distribusi yang terus berjalan, kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Serdang Bedagai selama Juni 2026 diharapkan dapat terpenuhi sehingga aktivitas pertanian tetap berlangsung optimal.
Polres Sergai Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan
Digerebek di Warung, Pria di Sei Buluh Simpan Sabu dan Timbangan Digital
Beli Sabu Patungan Rp50 Ribu, Dua Pemuda Diringkus Satres Narkoba Polres Sergai
Polres Sergai Petakan Titik Rawan Kecelakaan Selama Mei 2026, Korban Jiwa Didominasi Jalur Tol
Kecelakaan di Jalinsum Sei Bamban, Lima Orang Terluka, Polres Sergai Imbau Utamakan Keselamatan di Jalan Raya