Warga Bogak Besar Dikepung Lalat, Peternakan Ayam Diduga Jadi Biang Keladi Bertahun-Tahun

Redaksi - Selasa, 23 Juni 2026 21:02 WIB
Warga Bogak Besar Dikepung Lalat, Peternakan Ayam Diduga Jadi Biang Keladi Bertahun-Tahun
Warga Bogak Besar Dikepung Lalat, Peternakan Ayam Diduga Jadi Biang Keladi Bertahun-Tahun
bulat.co.id -SERDANG BEDAGAI – Warga Dusun VII, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengaku resah akibat serbuan lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam di wilayah mereka. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang dinilai efektif.

Lalat dalam jumlah besar dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga setiap hari, mengganggu aktivitas keluarga, kenyamanan lingkungan, hingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan masyarakat.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Dusun VII terdapat dua usaha peternakan ayam milik Ayub dan Alex Sembiring yang diduga menjadi sumber berkembangnya populasi lalat di kawasan tersebut.

Baca Juga:

Salah seorang warga, Izul, mengatakan bahwa persoalan tersebut bukanlah masalah baru. Menurutnya, masyarakat telah lama menghadapi gangguan serupa, namun hingga kini belum ada solusi yang dirasakan oleh warga.

"Rumah kami penuh dengan lalat yang masuk ke dalam rumah. Ini sangat meresahkan masyarakat sekitar," ujar Izul kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dialami warga serta mencari solusi yang dapat mengakhiri persoalan tersebut.

Keluhan serupa disampaikan Yusnar, warga Dusun VII lainnya. Ia meminta Pemerintah Desa Bogak Besar, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, serta instansi terkait untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap operasional peternakan ayam yang berada di dekat permukiman penduduk.

Menurutnya, masyarakat tidak menolak keberadaan usaha peternakan, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan harus menjadi perhatian serius agar tidak merugikan warga sekitar.

"Kami tidak melarang masyarakat berusaha, tetapi dampak yang ditimbulkan harus diperhatikan. Harapan kami ada peninjauan dan evaluasi agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban gangguan lalat," katanya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan peternakan, termasuk pengelolaan limbah dan sanitasi kandang, guna memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola peternakan ayam yang disebutkan warga belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.

Editor
: Yusnar
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru