Warga Bogak Besar Dikepung Lalat, Peternakan Ayam Diduga Jadi Biang Keladi Bertahun-Tahun
Lalat dalam jumlah besar dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga setiap hari, mengganggu aktivitas keluarga, kenyamanan lingkungan, hingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Dusun VII terdapat dua usaha peternakan ayam milik Ayub dan Alex Sembiring yang diduga menjadi sumber berkembangnya populasi lalat di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Salah seorang warga, Izul, mengatakan bahwa persoalan tersebut bukanlah masalah baru. Menurutnya, masyarakat telah lama menghadapi gangguan serupa, namun hingga kini belum ada solusi yang dirasakan oleh warga.
"Rumah kami penuh dengan lalat yang masuk ke dalam rumah. Ini sangat meresahkan masyarakat sekitar," ujar Izul kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dialami warga serta mencari solusi yang dapat mengakhiri persoalan tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Yusnar, warga Dusun VII lainnya. Ia meminta Pemerintah Desa Bogak Besar, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, serta instansi terkait untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap operasional peternakan ayam yang berada di dekat permukiman penduduk.
Menurutnya, masyarakat tidak menolak keberadaan usaha peternakan, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan harus menjadi perhatian serius agar tidak merugikan warga sekitar.
"Kami tidak melarang masyarakat berusaha, tetapi dampak yang ditimbulkan harus diperhatikan. Harapan kami ada peninjauan dan evaluasi agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban gangguan lalat," katanya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan peternakan, termasuk pengelolaan limbah dan sanitasi kandang, guna memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola peternakan ayam yang disebutkan warga belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
Soal Dugaan Limbah PKS TSP, pemilik Buka Suara: Kami Kantongi Izin dan Pelaksanaan Berdasar Regulasi
Mengerikan! Dua Pekerja Pemotong Rumput Tewas Terseret Kolong Dump Truk di Tol Sergai
Polres Sergai Gelar Upacara Hari Juang Polri, Teguhkan Dedikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat
Gudang Dibakar, Kantor Dirusak Massa Usai Terduga Pencuri Sawit Tewas: Manajemen Sibulan Estate Bungkam
Ketua GAPENSI Sergai Soroti Kenaikan Harga dan Kelangkaan Semen, Minta Pemerintah Segera Bertindak