Ini, Pesan Bupati Tapsel pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh

Suhut Gultom - Kamis, 23 Juli 2026 06:45 WIB
Ini, Pesan Bupati Tapsel pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh
Bupati H Gus Irawan Pasaribu ketika menyampaikan arahannya pada pengajian akbar bulanan BKMT Masyitoh Desa Hurase Batang Angkola
bulat.co.id,TAPSEL - Ini, pesan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu, yakni agar masyarakat bersama-sama memerangi tiga persoalan utama yang dinilai menghambat kemajuan masyarakat, yaitu narkoba, rentenir, dan kemiskinan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh dilapangan SMP Negeri 3, Desa Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel. Rabu (22/7/2026).

Bupati H Gus Irawan pada arahannya mengatakan, di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, dirinya sengaja hadir karena merasa rindu bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat Batang Angkola. Dan, Pemkab Tapsel akan memperkuat sinergi dengan BNN, kepolisian dan para ulama dalam upaya mencegah serta memberantas peredaran narkoba.

Advertisement

"Mulai dari keluarga kita masing-masing. Kita akan bekerja sama dengan BNN, kepolisian dan alim ulama untuk melawan narkoba karena ini sangat mengkhawatirkan," ucapnya.

Baca Juga:

H Gus Irawan menyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang terjerat pinjaman dengan bunga tinggi dari lembaga pembiayaan informal seperti Mekar dan Amartaa. Kiranya warga agar beralih ke pembiayaan yang lebih terjangkau melalui program KUR Berkah Bank Sumut.

"Kalau ada yang meminjam di beberapa tempat sekaligus, jangan menambah pinjaman lagi. Kita harus mencari solusi dan memindahkannya ke Bank Sumut agar lebih ringan," ujarnya.

Diungkapkannya bahwa Pemkab Tapsel tengah melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terjerat pinjaman rentenir. Bahkan, kinerja desa ke depan akan turut diarahkan pada upaya membantu

warga keluar dari pinjaman berbunga tinggi.

"ADD ke desa akan kita lihat kinerjanya, termasuk seberapa banyak masyarakat di desanya yang bisa diselamatkan dari jeratan rentenir dan dialihkan ke pembiayaan yang lebih manusiawi," ungkapnya.

Sementara, perang ketiga yang disampaikan Bupati adalah melawan kemiskinan. Menurutnya, Tapsel sebagai daerah yang terdampak bencana harus segera bangkit melalui penguatan ekonomi masyarakat. Dimana pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha, termasuk pembiayaan dengan bunga 0% bagi masyarakat Tapsel yang terdampak bencana dan ingin berusaha.

H Gus Irawan juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih tidur dengan mengembangkan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.

"Tidak boleh ada lagi lahan tidur dan lahan yang tidak dimanfaatkan. Jagung menjadi salah satu komoditas yang dapat memberikan keuntungan besar. Keuntungan per hektare bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta," tuturnya.

H Gus Irawan menjelaskan, pengembangan jagung tersebut akan diintegrasikan dengan sektor peternakan. Pemkab Tapsel juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen. Pemkab Tapsel telah membangun kerja sama dengan pihak perusahaan untuk memastikan hasil produksi jagung masyarakat dapat terserap.

"Jangan ragu untuk menanam jagung. Kita akan pastikan hasilnya ditampung," jelasnya.

Pinca Pembantu Bank Sumut Sayurmatinggi, Trikurniawan menyampaikan sejumlah program pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya KUR Berkah, KUR Jagung, serta KUR untuk pengembangan usaha masyarakat.

Dan, KUR Berkah merupakan program pembiayaan khusus yang saat ini menjadi pilot project di Tapsel dengan bunga sebesar 8% /tahun. Untuk kelompok perempuan, pembiayaan dapat diajukan secara berkelompok dengan anggota sekitar 6 hingga 10 orang dan plafon hingga Rp 20 juta /orang, disertai pendampingan usaha dari Bank Sumut.

Bank Sumut juga menyediakan KUR Jagung bagi petani. Melalui program ini, petani mendapatkan pembiayaan untuk modal tanam serta pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pembayaran angsuran dilakukan setelah masa panen dan hasil produksi jagung diserap oleh offtaker.

Sementara Ketua BKMT Kabupaten Tapsel, Rosmayanti Ritonga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan pengajian akbar yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Rosmayanti mengapresiasi bapak Bupati Tapsel beserta jajaran yang terus berupaya membangun daerah meningkatkan kesejahteraan warga.

Camat Batang Angkola, Halimahtussakdiah Siregar juga mengajak masyarakat untuk terus meramaikan kegiatan pengajian bulanan BKMT. Dan, berterima kasih ke Kades Hurase yang telah memfasilitasi pelaksanaan Pengajian tersebut.

Giat dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Al Ustadz H. Arpan Marwaji Gultom. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat iman, Islam dan ihsan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dan

mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai anggapan bahwa bulan tertentu membawa kesialan. Menurutnya, seluruh hari dan bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak ada bulan yang diciptakan sebagai bulan sial. Karena itu, umat Islam hendaknya senantiasa memanfaatkan waktu untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

Giat ini turut dihadiri Kapolsek Batang Angkola, Koramil 11 Batang Angkola, Ka KUA, para Kades dan Lurah, Ka Puskesmas, Kasek, TP PKK dan Dharma Wanita, Pengurus BKMT serta kelompok pengajian se-Kecamatan Batang Angkola, perwakilan Bank Sumut, Pejabat dan undangan lainnya.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru