Irigasi Terputus, Petani di Madina Kesulitan Mengairi Sawah
"Ratusan hektar juga sawah yang terdampak karena matinya irigasi ini,
soalnya kan ada beberapa desa yang dilewati," ucapnya.
Ismail menjelaskan, bertani merupakan pekerjaan utama warga di wilayah itu.
Warga biasanya menanam padi dan sesekali menggantinya dengan kolam ikan.
Baca Juga :
Baca Juga:
"Masalahnya, masyarakat sini kan pekerjaan utamanya bertani, kalau tidak
ada air seperti ini sangat membuat masyarakat sengsara," jelasnya.
Syaiful, warga lainya, menyebutkan warga saat ini mengubah pola pertanian
menjadi palawija. Meskipun demikian, keberadaan air tersebut sangat penting
bagi petani di sana.
"Ya masyarakat jadinya berladang bukan padi lagi, ada yang menanam timun,
ubi, kacang, tapi memang air ini penting," sebutnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, irigasi mati karena terputusnya aliran di
dekat Jalan Lintas Timur. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian dan
segera memperbaiki irigasi yang sudah mati setahun belakangan ini.
"Katanya sih ada yang terputus di dekat Lintas Timur sana, kami sebenarnya
berharap agar pemerintah segera memperbaiki irigasi ini, kasihan petani,"
tutupnya. (dhan/dtk)
Penjaringan SEMA dan DEMA STAIN Madina Dinilai Tak Sesuai Prosedural
UMKM Madina Harus Bergerak dan Bangkit, Butuh Dukungan Bupati
Para Dosen UNIMED Kunjungi KKM Beri Dukungan Perkembangan Ekonomi Kreatif di Madina
Sinergi Terjalin, BRI Panyabungan Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-80
Dua Aliansi Mahasiswa Madina Beraudiensi Desak Penutupan PT. Sorikmas Mining