Miris, Murid SD di Pamekasan Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Bersama Neneknya

bulat.co.id -PAMEKASAN | Lailatul Badriyah (11), murid SDN Panaguan II Larangan harus tinggal satu rumah bersama dengan nenek Sia (60), yang berada di Dusun Morbedih, Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Jawa Timur.
Mereka menempati rumah tak layak huni dengan ukuran 5x6 terbuat dari sebilah bambu serta tiang-tiang kayu yang hampir roboh dimakan rayap.
Baca Juga:
- FPGMKG JUARA MERDEKA, Kompetisi Akbar Pelajar se-Kec Garoga 2025 Berlangsung Sukses
- Polsek Perbaungan Dipimpin AKP S. Gurusinga Tangkap Dua Pengedar Sabu saat Nyantai Dirumah
- PN Sei Rampah Nyatakan Gugatan Guntur Siadari dan Kawan-Kawan Tak Dapat Diterima, Fakta Sidang Pertanyakan Integritas Kuasa Hukum Penggugat
Dapur rumah yang biasa di tempati segala perabotan kini harus dijadikan satu bersama dengan tempat tidur.
Baca Juga :Pj Bupati Pamekasan Masih Misteri
Mirisnya, sang nenek harus rela menjadi tulang punggung keluarga dengan menjual hasil kebun pisang di area sekitar rumah untuk menyambung hidup mereka berdua.
"Terkadang kami harus menunggu pemberian dari tetangga sekitar hanya untuk sekedar makan," ringkas nenek Sia saat ditemui di rumahnya, Jum'at (22/9/23).
Lanjut nenek Sia, Laili anak yang diasuhnya tersebut ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sejak masih kecil. Rumah tersebut merupakan satu-satunya peninggalan dari orang tuanya.
"Kalau yang ditinggal bapaknya, sekitar umur 3,5 tahun," paparnya.

FPGMKG JUARA MERDEKA, Kompetisi Akbar Pelajar se-Kec Garoga 2025 Berlangsung Sukses

Polsek Perbaungan Dipimpin AKP S. Gurusinga Tangkap Dua Pengedar Sabu saat Nyantai Dirumah

PN Sei Rampah Nyatakan Gugatan Guntur Siadari dan Kawan-Kawan Tak Dapat Diterima, Fakta Sidang Pertanyakan Integritas Kuasa Hukum Penggugat

Dua Rumah di Sei Bingai Dibakar OTK, DPC GRIB Jaya Langkat: Diduga Buntut Penyerangan Sekelompok Orang

Polsek Teluk Mengkudu Cek TKP Rumah Warga yang mengalami Kebakaran
