Manfaatkan Karnaval Rakernas APEKSI, Pemko Langsa Promosikan Budaya dan Potensi Daerah
Rahman - Sabtu, 04 Juli 2026 14:00 WIB
Istimewa
Manfaatkan Karnaval Rakernas APEKSI, Pemko Langsa Promosikan Budaya dan Potensi Daerah
bulat.co.id - Langsa | Pemerintah Kota Langsa memanfaatkan ajang Karnaval Budaya dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Pemuda hingga Lapangan Merdeka, Kesawan, Medan, pada Kamis (2/7/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, penampilan kontingen dipimpin langsung oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, bersama Ketua TP PKK Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry Sentana. Balutan busana adat serta atraksi budaya yang ditampilkan menggambarkan harmoni masyarakat multikultural yang menjadi ciri khas Kota Langsa.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, menegaskan bahwa keikutsertaan daerahnya dalam karnaval tersebut bukan hanya sebagai ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan identitas dan potensi Kota Langsa kepada masyarakat Indonesia.
"Kota Langsa merupakan miniatur keberagaman di pesisir timur Aceh. Beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis, menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kami. Melalui Karnaval Budaya ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Kota Langsa, menikmati keindahan budayanya, serta melihat berbagai potensi yang kami miliki," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memiliki kekayaan budaya dan sektor pariwisata yang terus berkembang, Kota Langsa juga dikenal sebagai Kota Jasa dan Kota Pendidikan yang berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, pelayanan, serta pengembangan sumber daya manusia di kawasan timur Aceh.
Menurutnya, penyelenggaraan Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi wadah pembahasan isu pembangunan perkotaan di kalangan kepala daerah, tetapi juga membuka ruang promosi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga produk unggulan dari setiap daerah peserta.
"Kami ingin Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh keramahan. Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin luas antardaerah, meningkatnya kunjungan wisatawan, tumbuhnya investasi, serta semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap potensi Kota Langsa sebagai kota yang maju dan berdaya saing," tambahnya.
Keikutsertaan Kota Langsa dalam Karnaval Budaya Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Langsa untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat nasional. Melalui keberagaman yang dimiliki, Kota Langsa ingin menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang harmonis, maju, dan memiliki daya saing.
Baca Juga:Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan parade budaya yang diikuti seluruh kota anggota APEKSI. Kontingen Kota Langsa menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian lewat penampilan yang mengangkat kekayaan budaya pesisir timur Aceh dengan menonjolkan keberagaman suku, adat, dan tradisi yang hidup berdampingan.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, penampilan kontingen dipimpin langsung oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, bersama Ketua TP PKK Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry Sentana. Balutan busana adat serta atraksi budaya yang ditampilkan menggambarkan harmoni masyarakat multikultural yang menjadi ciri khas Kota Langsa.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, menegaskan bahwa keikutsertaan daerahnya dalam karnaval tersebut bukan hanya sebagai ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan identitas dan potensi Kota Langsa kepada masyarakat Indonesia.
"Kota Langsa merupakan miniatur keberagaman di pesisir timur Aceh. Beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis, menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kami. Melalui Karnaval Budaya ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Kota Langsa, menikmati keindahan budayanya, serta melihat berbagai potensi yang kami miliki," ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memiliki kekayaan budaya dan sektor pariwisata yang terus berkembang, Kota Langsa juga dikenal sebagai Kota Jasa dan Kota Pendidikan yang berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, pelayanan, serta pengembangan sumber daya manusia di kawasan timur Aceh.
Menurutnya, penyelenggaraan Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi wadah pembahasan isu pembangunan perkotaan di kalangan kepala daerah, tetapi juga membuka ruang promosi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga produk unggulan dari setiap daerah peserta.
"Kami ingin Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh keramahan. Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin luas antardaerah, meningkatnya kunjungan wisatawan, tumbuhnya investasi, serta semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap potensi Kota Langsa sebagai kota yang maju dan berdaya saing," tambahnya.
Keikutsertaan Kota Langsa dalam Karnaval Budaya Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Langsa untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat nasional. Melalui keberagaman yang dimiliki, Kota Langsa ingin menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang harmonis, maju, dan memiliki daya saing.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Wali Kota Langsa Hadiri Gala Dinner Rakernas XVIII APEKSI, Pererat Kerja Sama Antar Daerah
Wali Kota Langsa Hadiri Gala Dinner Rakernas XVIII APEKSI, Pererat Kerja Sama Antar Daerah
Wali Kota Langsa Resmi Tutup Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026
Sempat Berpindah Lokasi, Terduga Pelaku Pelecehan Anak Berhasil Ditangkap Tim URC Polres Langsa
Usai HLM TPID dan TP2DD, Walikota Langsa Turun ke Pasar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil
Kuliner Nipah Kian Digemari, Pedagang di Langsa Raup Omzet Hingga Rp1 Juta per Hari
Komentar