Satu Kampung di Wilayah Pesisir Aceh Tamiang Terendam Banjir
Sementara itu, warga Rantau Pakan, Joni Pranata (39), mengatakan rata-rata
rumah warga yang berada di dataran rendah itu terendam banjir semata kaki orang
dewasa. Padahal kampung itu tengah dibangun tanggul beton oleh Pemprov Aceh.
"Tanggul belum siap, sehingga air sungai masih meluap. Ini banjir kiriman
dari hulu karena beberapa hari hujan dan inilah imbasnya," ujar Joni.
Baca Juga:
- Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
- Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
- Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir
Baca Juga :Pemberian Reward Warnai Resepsi Hari Bhayangkara Ke 77 di Polres Labuhanbatu
Selain Kampung Rantau Pakam, kata Relawan Tagana itu, banjir juga menggenangi
ruas jalan utama Kampung Teluk Halban yang bersebelahan langsung dengan aliran
sungai Aceh Tamiang. Padahal daerah tetangga Kampung Rantau Pakam tersebut juga
telah dibangun tanggul permanen dengan panjang sekitar 400 meter.
"Di Teluk Halban itu sudah mulai masuk juga air. Air banjir merembes dari
tanggul beton menggenangi badan jalan," ujarnya.
Untuk sekarang ini kondisi banjir sudah sedikit surut, katanya. Namun warga
khawatir dengan pasang air laut akan berdampak pada banjir susulan dan bisa
memperparah keadaan. (dhan/ant)
Mahasiswa KKN Kemanusian Kelompok 14 UNSAM - UNY Memperingati Isra Mi'raj, Upaya Pemulihan Trauma Masyarakat Pasca Bencana di Desa Tanjung Lipat 1
Hijaukan Harapan, Tutup Luka Trauma: Aksi Kemanusiaan Kelompok 16 KKN Unsam–UNY di Seuneubok Aceh Pasca Banjir Bandang
Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir
Ruang Tumbuh Bersama, KKN Kemanusiaan UNSAM × UNY Hidupkan Sapta Marga Pasca Banjir
Mahasiswa KKN Kemanusiaan UNSAM dan UNY Fokus Pemulihan Pascabanjir di Desa Tanjung Neraca