Melalui Buka Puasa Bersama Penghujung Ramadhan, Forwaka dan SMSI Labuhanbatu Raya Kirim Sinyal Kuat Persatuan Pers
Bertempat di Istana Coffee, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadhan. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan kekuatan pers yang selama ini berjalan sendiri.
Baca Juga:
Tema "Kita Semua Saudara" yang diusung bukan sekadar slogan, pesan itu ditegaskan sebagai komitmen awal untuk membangun kolaborasi nyata antar wartawan lintas organisasi.
Ketua SMSI Labuhanbatu Raya, Teguh Adi Putra Sitorus, secara tegas menyampaikan bahwa masa depan pers daerah bergantung pada kekompakan, bukan pada ego kelompok.
"Ini bukan hanya buka puasa bersama. Ini adalah bukti bahwa kita bisa duduk bersama, menyatukan visi, dan menghilangkan ego sektoral," tegas Teguh.
Menurut Teguh, kekuatan pers tidak lahir dari jumlah media, tetapi dari soliditas antar jurnalis. Ia menilai selama ini masih terdapat sekat yang menghambat kolaborasi.
"Pers Labuhanbatu akan kuat jika kita bersinergi. Tanpa itu, kita hanya berjalan sendiri-sendiri," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks.
Hal senada disampaikan Ketua Forwaka Labuhanbatu, Budi Ardiansyah. Ia melihat momentum ini sebagai langkah awal menyatukan arah gerak organisasi wartawan di daerah.
"Malam ini bukan sekadar kebersamaan. Ini titik awal membangun kekuatan bersama," ujar Budi.
Budi menegaskan bahwa Forwaka yang baru terbentuk langsung mendorong agenda kolaboratif. Sejumlah kegiatan telah dilakukan, dan sinergi dengan SMSI menjadi langkah strategis berikutnya.
"Kalau kita ingin kuat, kita harus bersatu. Tidak ada lagi sekat organisasi. Semua punya tujuan yang sama," katanya.
Ia juga menekankan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.
"Wartawan bukan hanya profesi. Ini adalah kekuatan sosial. Kalau bersatu, dampaknya akan jauh lebih besar," tambahnya.
Sementara itu, Penasehat Forwaka, Edi Syahputra, menilai kolaborasi ini sebagai langkah positif yang harus dijaga konsistensinya.
"Ini awal yang baik. Jangan berhenti di sini. Kita harus terus bergerak bersama," terang Edy.
Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia pers ke depan semakin berat. Oleh karena itu, kekompakan menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang.
"Kalau kita solid, kita akan kuat menghadapi tantangan apa pun," tegasnya.
Dalam suasana penuh keakraban, para wartawan yang hadir tampak membaur tanpa sekat. Diskusi ringan hingga serius berlangsung, menandakan adanya semangat baru dalam membangun hubungan yang lebih erat.
Kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi yang selama ini jarang terjadi. Interaksi langsung antar anggota organisasi dinilai mampu mengikis perbedaan dan memperkuat kepercayaan.
Ke depan, Forwaka dan SMSI berencana melanjutkan kolaborasi melalui berbagai program bersama. Agenda pasca Idul Fitri telah disiapkan sebagai langkah konkret memperkuat sinergi.
Langkah ini dinilai sebagai titik balik bagi pers Labuhanbatu. Jika konsisten dijaga, kolaborasi ini berpotensi melahirkan kekuatan media yang lebih profesional, independen, dan berpengaruh.
Momentum Ramadhan pun dimanfaatkan tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai fondasi membangun masa depan pers Labuhanbatu.
Viral di Media Sosial, Lapas Kelas II A Rantauprapat Diduga Kutip Tarif Hunian Kepada WBP
HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang ?
Kecelakaan Maut Kereta Api di Perbaungan, Polisi Gerak Cepat Turun Lansung Evakuasi Korban
HPN 2026, Wartawan Se-Indonesia Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten
Tahun 1947 Labuhanbatu Pernah Cetak Uang Sendiri, Bupati Harus Tahu