Setelah China, Giliran AS ‘Diamuk’ Omicron XBB.1.5
Istimewa
Ilustrasi
Spesialis penyakit menular Anthony Fauci telah menyatakan pada bulan November bahwa, sementara vaksinCovid-19 booster, yang menargetkan variasi asli dari virus Corona serta subvarian BA.4 dan BA.5, mungkin hanya memberikan sedikit perlindungan terhadap subvarian XBB.
Dikutip dari CBSNews, lonjakan XBB.1.5 terjadi ketika rawat inapCovid-19 telah meningkat di seluruh wilayah AS dalam beberapa minggu terakhir. Total pasien masuk ke RS saat ini lebih buruk daripada puncak musim panas lalu di beberapa daerah, tetapi masih lebih rendah daripada musim dingin lalu saat ini.
"Tidak ada kesimpulan pada saat ini bahwa XBB.1.5 memicu gejala lebih parah. Tapi saya pikir ini saat yang tepat bagi orang-orang untuk melakukan hal-hal yang telah kami katakan cukup lama adalah cara terbaik untuk melindungi diri mereka sendiri," kata Barbara Mahon, Direktur Divisi Virus Corona dan Virus Pernapasan Lain di CDC.
Sebelum berevolusi menjadi XBB.1.5, varian XBB ditemukan menjadi subvarian yang paling kuat menerobos antibodiCovid-19 akibat infeksi dibandingkan suvarian lain, menurut riset di Jepang. Dalam pengobatan, XBB juga disebut kebal terhadap daftar obat antibodi monoklonal yang diandalkan dokter di awal pandemi sebelum dikesampingkan oleh varian baru.
"Varian XBB.1.5 akan terlihat mirip dengan XBB yang kami uji dalam penelitian kami. Mutasi R346T/I di dalam spike yang meningkatkan kemampuan virus untuk menghindari antibodi dengan lebih efisien," kata Mehul Suthar dari Universitas Emory.
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Panen Ikan Lele di Sidadi II Jadi Bukti Potensi Peningkatan Ekonomi Rakyat Tapsel
Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
Bupati Minta Tapsel Diperluas Jadi Sentra Bawang Putih, Kementan Siapkan Target 150 Ha 2027
Ketua KADIN H. Syaiful Amri Resmi Dilantik sebagai Wakil Ketua PD Al Washliyah Sergai
BRI BO Kisaran dan YONIF 126/KC Perkuat Sinergisitas, Bangun Kerjasama Berkelanjutan
BRI BO Kisaran Perkuat Silaturahmi dan Sinergisitas Kelembagaan dengan Lapas Labuhan Ruku
Komentar