Ternyata, OTT Bupati Labuhanbatu Berkat Laporan Masyarakat
KPK Amankan Rp 551,5 Juta saat OTT, Diduga Uang Suap
Redaksi - Jumat, 12 Januari 2024 21:45 WIB
Istimewa
bulat.co.id - JAKARTA | KPK sebut kalau penangkapa atau operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Labuhanbatu, Erik Ritonga bersama tersangka lainnya karena adanya laporan dari masyarakat."OTT KPK di Labuhanbatu ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang mengendus dugaan korupsi terkait pengaturan pemenangan kontraktor yang mengerjakan proyek di Labuhanbatu," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1/24).
Bahkan, KPK juga memperoleh informasi soal adanya penyerahan uang tunai maupun transfer ke rekening bank salah satu tangan kanan Bupati Labuhanbatu, Erik Ritonga.
Dari kasus itu, tim satgas KPK berhasil menyita Rp 551,5 juta sebagai bagian dari dugaan penerimaan sementara Rp 1,7 miliar.
"Karena rencananya Bupati Labuhanbatu Erik meminta Rp 1,7 miliar, jadi kita duga uang Rp 551,5 juta sebagai uang awal," ungkap Ghufron.
Dari OTT ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Erik, anggota DPRD Labuhanbatu RSR, swasta ES, dan swasta FS.
Selanjutnya, KPK menahan terhadap Erik dan para tersangka lainnya untuk 20 hari ke depan mulai 12 Januari 2024 sampai 31 Januari 2024 di Rutan KPK. Penahanan mereka dapat diperpanjang tergantung kebutuhan penyidikan.
Baca Juga:"Tim KPK langsung bergerak dan berpencar untuk menangkap para pihak yang ada di sekitar Labuhanbatu," kata Nurul Ghufron.
- Serius Berantas Narkotika, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Kembali Tangkap Pelaku Pengedar Pil Ekstasi
- Jelang Pelantikan, SMSI Lahat Laksanakan Audiensi Kepada Wakil Bupati
- Laporkan Dugaan Tangkap Lepas, Akhyar Idris Sagala : Bukan Hanya Pelanggaran Kode Etik, Terima Suap Juga Saya Laporkan Sebagai Korupsi
Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
Serius Berantas Narkotika, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Kembali Tangkap Pelaku Pengedar Pil Ekstasi
Jelang Pelantikan, SMSI Lahat Laksanakan Audiensi Kepada Wakil Bupati
Laporkan Dugaan Tangkap Lepas, Akhyar Idris Sagala : Bukan Hanya Pelanggaran Kode Etik, Terima Suap Juga Saya Laporkan Sebagai Korupsi
Diduga Tangkap Lepas, Sejumlah Pejabat Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dan Oknum Provost Dilaporkan
Melalui Buka Puasa Bersama Penghujung Ramadhan, Forwaka dan SMSI Labuhanbatu Raya Kirim Sinyal Kuat Persatuan Pers
Sempat Dihentikan BGN, 14 Dapur MBG di Sergai Kini Kembali Beroperasi
Komentar