Matahari di Medan Dikelilingi Pelangi, BMKG: Fenomena Halo
"Kondisi ini dinamakan fenomena Halo, dimana terdapat terjadi pembiasan cahaya awan tinggi yang memiliki endapan berupa krsital es. Awan tinggi tersebut merupakan awan cirrus dengan ketinggian 6-10 km dari permukaan," kata Putri Diana Tarigan.
Baca Juga:
Baca Juga : Fakta Guru Ngaji di Medan Setubuhi Murid, Mulai dari Pacari hingga Janjikan Istri Kedua
Putri menjelaskan, fenomena tersebut diawali cahaya matahari yang dibiaskan oleh kristal es yang berbentuk batang atau prisma. Sinar matahari kemudian terpecah ke dalam beberapa warna dan menjadi cincin cahaya di sekitar matahari.
"Fenomena Halo matahari diawali dari adanya cahaya matahari yang kemudian direfleksikan atau dibiaskan oleh kristal-kristal es yang berbentuk batang atau prisma. Sinar matahari kemudian terpecah ke dalam beberapa warna dan dipantulkan ke arah tertentu di sekitar matahari dan menjadi cincin cahaya di sekitar matahari," jelasnya.
Fenomena Halo matahari itu disebut tidak memiliki dampak yang bahaya. Fenomena itu sama seperti terbentuknya pelangi pada umumnya.
"Tidak ada (dampak bahaya dari fenomena Halo), hampir sama seperti terbentuknya pelangi, tidak berdampak apa-apa," tutupnya.(dhan)
Sekolah Swasta Genpita Ceria Nusantara Lantik Kepala TK, Wakil Kepala SD, dan Kepala SMP
Warga Pergudangan Tolak Kenaikan IPL, Pengelola 'Lembar Bola' ke Pusat
Kejati Sumut Salurkan Bantuan kepada Awak Media dan Masyarakat Korban Terdampak Bencana
Spiritualitas dan Strategi: Resep Sukses PSMS Raih Kemenangan Pertama
Polri Dukung Mahasiswa Polbangtan Medan Dampingi Petani Brigade Pangan di Sergai