Usai Kritik Walikota Medan Bobby Nasution, 4 Pimpinan Ormas Mahasiswa Medan Di OTT Polisi, Bentuk Pembungkaman ?
Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa keempat orang yang ditangkap polisi adalah Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Medan.
Baca Juga:
Kemudian, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan, dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH).
Jama Kita Purba, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan membenarkan bahwa pihaknya melakukan operasi tangkap tangan dan menyebut bahwa kasus tersebut terkait dengan dugaan suap atau pungutan liar.
Meskipun tidak memberikan rincian secara detail terkait tindakan pidana dalam operasi tersebut, Jama Kita menyatakan bahwa kasus tersebut ada kaitannya dengan suap.
Sebelumnya, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan, telah menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota pada Senin (29/7).
Puluhan aktivis mahasiswa dari organisasi GMNI, HIMMAH, KAMMI, dan PMII yang bergabung dalam Cipayung Plus, menggeruduk Balai Kota sebagai bentuk kritik terhadap kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Wali Kota Medan sendiri, sempat menemui massa mahasiswa dan berdialog dengan mereka.
Dalam dialog yang terjadi, perwakilan mahasiswa mencermati proyek-proyek di Kota Medan dan meminta penjelasan Wali Kota. Dalam momen tersebut, Bobby Nasution terlihat tersulut emosi.
Respons Cepat Aspirasi Mahasiswa, Satres Narkoba Polres Sergai Gelar Razia THM Captain America
GMNI SUMUT Tegaskan Soal Demokrasi Konstitusional dan Penghormatan Institusi Negara
PMII Dorong Audit Komprehensif Program Makan Bergizi Gratis di Labuhanbatu Raya
BEM UI Bawa Lima Aspirasi dalam Demonstrasi, Kritik Sejumlah Kebijakan Pemerintah
Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night