Dua Korban Tertimbun Longsor Tambang Emas Masih Dalam Pencarian di Sumatera Barat
Setidaknya dua penambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih tertimbun tanah longsor dan sedang dicari sejak kejadian Kamis lalu.
Baca Juga:
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Padang bekerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat sekitar dalam melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa dua orang korban masih dalam proses evakuasi.
Sedihnya, insiden ini menambah jumlah korban tanah longsor di tambang emas ilegal sebanyak 25 orang.
Dari jumlah tersebut, 12 penambang telah meninggal dunia dan 11 orang lainnya selamat setelah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Talang. Dua orang lainnya masih dalam proses evakuasi.
Tidak hanya menimbulkan kecelakaan fatal, tambang emas ilegal juga menjadi sumber bahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Tidak jarang pekerja di tambang emas ilegal berjuang di bawah kondisi yang tidak sehat dan tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan.
Salah satu korban tewas, Herma Doni, telah bekerja selama 10 hari di lokasi tambang emas Nagari Sungai Abu sebelum kejadian tragis tersebut.
Meskipun kerabatnya, Hasan Basrial, tidak tahu pasti apakah lokasi tersebut legal atau ilegal, ia berharap agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait bisa lebih memperhatikan keselamatan semua pekerja tambang emas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Berkedip-kedip hanya karena hak-hak keamanan dilihat sebagai suatu kewajiban, itulah yang akan kita lakukan sebagai masyarakat.
Cek Pelayanan Samsat Rantauprapat, Wakapolres Labuhanbatu Pastikan Layanan Prima untuk Masyarakat
Tapsel Borong 3 Penghargaan pada Penutupan PRSU ke-50
Bunda PAUD Kabupaten Tapsel Kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan
Bupati Tapsel Ikuti Rakor Bersama Wamen PPPA dan Wamen PU Secara Virtual
Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Provsu 2026 - 2031, Bobby Nasution dan Gus Irawan Serukan Kolaborasi Wujudkan Ketapang dan Kesejahteraan Petani
Nelayan Hilang di Langsa Ditemukan Meninggal Dunia
Cek Pelayanan Samsat Rantauprapat, Wakapolres Labuhanbatu Pastikan Layanan Prima untuk Masyarakat
Tapsel Borong 3 Penghargaan pada Penutupan PRSU ke-50
Penjaringan SEMA dan DEMA STAIN Madina Dinilai Tak Sesuai Prosedural
Bunda PAUD Kabupaten Tapsel Kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan
UMKM Madina Harus Bergerak dan Bangkit, Butuh Dukungan Bupati
Bupati Tapsel Ikuti Rakor Bersama Wamen PPPA dan Wamen PU Secara Virtual
Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Provsu 2026 - 2031, Bobby Nasution dan Gus Irawan Serukan Kolaborasi Wujudkan Ketapang dan Kesejahteraan Petani