Hotspot Karhutla di Sumsel, Riau, dan Jambi Menurun
Redaksi - Kamis, 27 Agustus 2026 21:37 WIB
Istimewa
Ilustrasi
bulat.co.id- Medan | Jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera mengalami penurunan. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per Rabu (26/8), penurunan terjadi di Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot berkurang 263 titik sehingga menjadi 1.175 titik. BNPB menyebut Ogan Komering Ilir dan Palembang masih membutuhkan penanganan berupa pemadaman maupun pendinginan lanjutan.
Sementara itu, Riau mencatat penurunan sebanyak 157 titik. Dengan demikian, jumlah hotspot di wilayah tersebut kini tersisa 68 titik. Sejumlah kawasan gambut, termasuk Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru, masih dilaporkan terdapat api serta asap.
Di Jambi, jumlah hotspot turun 92 titik dan kini berada di angka 42 titik. Beberapa daerah seperti Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, dan Batanghari masih memerlukan penanganan.
"Kita berharap senantiasa titik hotspot yang ada di Sumatra maupun Kalimantan untuk turun secara signifikan dan bahkan menjadi apinya menjadi normal," ujar Berton.
Untuk mengendalikan karhutla di wilayah Sumatera, berbagai upaya penanganan melalui operasi darat dan udara terus dilakukan. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang saat ini dilaksanakan di Sumatera Selatan dan Riau.
Baca Juga:Informasi tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers virtual pada Kamis (27/8).
Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot berkurang 263 titik sehingga menjadi 1.175 titik. BNPB menyebut Ogan Komering Ilir dan Palembang masih membutuhkan penanganan berupa pemadaman maupun pendinginan lanjutan.
Sementara itu, Riau mencatat penurunan sebanyak 157 titik. Dengan demikian, jumlah hotspot di wilayah tersebut kini tersisa 68 titik. Sejumlah kawasan gambut, termasuk Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru, masih dilaporkan terdapat api serta asap.
Di Jambi, jumlah hotspot turun 92 titik dan kini berada di angka 42 titik. Beberapa daerah seperti Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, dan Batanghari masih memerlukan penanganan.
"Kita berharap senantiasa titik hotspot yang ada di Sumatra maupun Kalimantan untuk turun secara signifikan dan bahkan menjadi apinya menjadi normal," ujar Berton.
Untuk mengendalikan karhutla di wilayah Sumatera, berbagai upaya penanganan melalui operasi darat dan udara terus dilakukan. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang saat ini dilaksanakan di Sumatera Selatan dan Riau.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Maria Christine Natalia Barus Resmi Jadi Ketua PN Sei Rampah
Polres Sumba Timur Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
40 Anak di SLB Karya Murni Ruteng Dapat Trauma Healing dari Polres Manggarai
Update Terbaru Kebakaran Hutan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Hari Juang Polri 2026, Polres Labuhanbatu Kenang Sejarah Perjuangan Kepolisian
Polres Labuhanbatu Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Labuhanbatu Periode 2025–2028
Komentar