Bangunan Perusahaan Diduga Biang Banjir di Sekolah dan Perkantoran Sei Rampah
Baca Juga :Tembok Diduga Milik Perusahaan Timpa Rumah dan Sepeda Motor Warga
Baca Juga:
Selain itu, Kantor Desa Sei Rampah,
Kantor KUA Sei Rampah, PAUD Idaman hingga Kantor Dinas Pendidikan Sergai pun digenangi
air.
Air hujan yang menggenangi sekolah
dan perkantoran ini diduga adanya pembangunan untuk unit usaha. Sehingga tidak
ada jalur pembuangan air yang menjadi penyebab genangan air tersebut.
Kepala SMK Al-Washliyah 12 Sei
Rampah, Rizky Surya Prasetya, S.Pd, Kamis (24/8) menyebutkan, kondisi banjir
ini sejak semalam sore hingga menggenangi lingkungan sekolah bahkan masuk ke
dalam ruang kelas, maka untuk para siswa-siswi diliburkan sementara.
"Pembuangan air tidak sanggup
lagi karena curah hujan tinggi dan adanya penimbunan tanah kiri kanan di samping
sekolah. Hal itu membuat dataran sekolah lebih rendah dari sekitar, sehingga
air masuk memenuhi halaman dan ruang kelas," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, tembok
diduga milik perusahaan mengalami roboh hingga menimpa dapur rumah warga dan 1
unit sepedamotor Honda Revo, BK 5860 XS, Rabu (23/8) sekira pukul 19:00 WIB.
Usaha yang terletak di lingkungan
Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Desa Sei Rampah, Kantor KUA Sei Rampah, PAUD
Idaman dan Polsek Firdaus, belum diketahui nama dan bergerak di bidang apa.
Baca Juga :Pengguna Narkoba Sumut Capai 16 Persen dari 16 Juta Penduduk
Rumah yang ditimpa diketahui milik
Nazarudham Hasibuan dan Niar warga Dusun I, Desa Sei Rampah. Sepeda motor Honda
Revo, BK 5860 XS milik Bulian Hasibuan.
Atas insiden ini, pihak Pemerintah
Desa Sei Rampah, KUA Sei Rampah, Dinas Pendidikan, korban, dan SMK Al-Washliyah
12 Sei Rampah menggelar mediasi bersama pihak perusahaan bertempat di Mapolsek
Firdaus.
Saat dikonfirmasi perwakilan
perusahaan tersebut dari Medan, Alex mengaku mediasi sudah berjalan baik. "Sudah
berjalan baik tadi," katanya.
Ketika ditanya wartawan, bangunan
dan lahan itu diperuntukkan untuk apa, ia menyebutkan belum tahu. "Belum
tahu mau dibuat apa," ucapnya sambil meninggalkan wartawan.
Bupati Tapsel Buka Diklat BCKS Tahun 2026
Pemerintah Gampong Alue Beurawe Bagikan Seragam Sekolah Gratis untuk 41 Anak Yatim dan Piatu
250 Guru Ikuti Seleksi Substansi BCKS di Tapsel Tahun 2026
Heboh !! Penempatan Ka. Prodi dan Jabatan lainnya di STAIN Madina Diduga KKN
Pemko Langsa Tentukan Titik Lokasi Sekolah Rakyat Seluas 7 Hektar di Gampong Timbang Langsa