Lanjutkan Tur Sumatera, Film Istimewa Hangatkan Penonton di Rantauprapat

Ucok Sitorus - Minggu, 23 Agustus 2026 15:01 WIB
Lanjutkan Tur Sumatera, Film Istimewa Hangatkan Penonton di Rantauprapat
Istimewa
Official Poster Film ISTIMEWA
bulat.co.id -LABUHANBATU | Rangkaian kunjungan bioskop (cinema visit) film Istimewa di Pulau Sumatera terus berlanjut dengan penuh energi. Setelah menyapa penonton di Medan dan Kisaran, rombongan film Istimewa melanjutkan perjalanannya ke Rantauprapat. Bertempat di bioskop XXI Rantauprapat, Rantau Selatan, Labuhanbatu, pada Sabtu (22/8/2026).

Kehadiran rombongan di bioskop XXI Rantauprapat disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh penonton yang telah menantikan penayangan kisah menyentuh dari lima anak di Rumah Istimewa. Para pemeran serta produser film hadir secara langsung untuk berbagi cerita, berinteraksi, dan merasakan langsung sambutan hangat dari masyarakat Rantauprapat.

Kunjungan yang dihadiri langsung oleh pemeran film Istimewa, Yanni Melwani dan Priijay, serta turut didampingi oleh produser film, Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Pak Mansuri dan Ayah Mans. Bagi produser film Istimewa, Abdullah Mansuri, perjalanan dari satu kota ke kota lainnya di Pulau Sumatera memperlihatkan betapa dekatnya kisah ini di hati penonton lintas daerah.

Baca Juga:

"Kami sangat bersyukur dapat melanjutkan perjalanan Istimewa hingga ke Rantauprapat hari ini. Setiap perhentian di Sumatera selalu menghadirkan cerita dan kehangatan tersendiri. Sambutan luar biasa dari penonton di sini kembali mengingatkan kami bahwa pesan universal tentang kasih sayang, penerimaan, dan nilai kemanusiaan dalam film ini mampu menembus berbagai batas dan menyentuh siapa saja," ujar Ayah Mans.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan sapa penonton ini bukan sekadar temu wicara, melainkan ruang perjumpaan yang tulus untuk merayakan keistimewaan dan potensi dalam diri setiap manusia.

Yanni Melwani, salah satu pemeran utama yang hadir di bioskop XXI Rantauprapat, mengungkapkan rasa bahagianya atas sambutan meriah dari warga Rantauprapat.

"Bertemu langsung dengan penonton di Rantauprapat ini memberikan energi yang luar biasa. Melihat antusiasme serta senyum hangat di studio bioskop membuat lelah perjalanan ini terbayar sudah. Semoga nilai-nilai kekeluargaan dan ketulusan yang ada di film Istimewa dapat terus melekat dan menginspirasi hari-hari penonton setelah keluar dari studio," ungkap Yanni Melwani.

Sementara itu, Priijay turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Rantauprapat yang telah memadati studio untuk menyaksikan dan mendukung film Istimewa.

"Perjalanan film ini adalah tentang kebersamaan dan bagaimana kita belajar melihat manusia dari esensinya, bukan dari keterbatasannya. Terima kasih kepada warga Rantauprapat atas sambutan yang begitu hangat. Semoga film ini membawa kebaikan dan menginspirasi kita semua," kata Priijay.

Rangkaian kunjungan bioskop di Rantauprapat ini menjadi momentum berharga dalam memperluas jangkauan pesan positif film Istimewa di Pulau Sumatera. Dengan cerita yang mengharukan, penuh inspirasi, dan sarat nilai moral, film Istimewa siap memberikan kesan mendalam bagi para penikmat sinema tanah air.

Film Istimewa yang akan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026 ini mengisahkan lima anak dengan disabilitas, Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), dan Mul (Mustofa)hidup sebagai keluarga bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok Ayah yang penuh kasih, serta seorang sukarelawan, Mbak Kinan (Yanni Melwani), yang setia merawat mereka di Rumah Istimewa.

Saat Ayah divonis menderita kanker dan memilih pergi secara diam-diam agar anak-anak tidak melihatnya melemah, mereka nekat melakukan perjalanan panjang untuk mencarinya. Di tengah pencarian tersebut, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWO dengan bergabungnya Ella (Salsabila Bella).

Perjalanan tersebut menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui

berbagai rintangan yang menguji kesabaran, mereka menemukan titik terang untuk dapat berkumpul kembali dengan Ayah. Rumah Istimewa kembali berdiri, namun sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, melainkan hidup yang terus berjalan melalui kasih dan maaf.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru