Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di Tapsel, Tergelar
Sebagai Komandan Upacara, Ahmad Yunansyah Lubis serta diikuti Sekdakab Tapsel, H Sofyan Adil Siregar, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kabag, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tapsel.
Peringatan Hari Otonomi Daerah diperingati setiap tanggal 25 April berdasarkan Kepres Nomor 11 Tahun 1996. Momentum ini menjadi refleksi nasional dalam memperkuat tata kelola Pemda yang efektif, transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:
Bupati H Gus Irawan Pasaribu dikesempatan itu, membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian.
Yang mengapresiasi ke seluruh jajaran Pemda, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan dan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
"Kolaborasi dan partisipasi aktif berbagai pihak, merupakan pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel," sebutnya.
Tersampaikan, bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan keragaman wilayah, budaya, sumber daya alam, serta potensi daerah yang luar biasa, tetapi seluruh potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemda.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Menuju Indonesia Maju dan Berdaya Saing" Yang menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat keselarasan kebijakan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
Dalam arahannya, Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagaimana dikutip dalam sambutan Mendagri, menekankan pentingnya kesatuan visi, sinkronisasi kebijakan, serta implementasi pembangunan yang berkelanjutan di seluruh tingkatan pemerintahan.
Adapun sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah antara lain, 1/. Penguatan ketahanan pangan, energi, dan air. 2/. Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan. 3/. Hilirisasi industri dan pembangunan ekonomi daerah. 4/. Pembangunan infrastruktur, perumahan, serta ketahanan bencana. 5/. Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa. 6/. Reformasi birokrasi berbasis digitalisasi pelayanan publik. 7/, serta Peningkatan kemandirian fiskal daerah. 8/, dan
Penguatan kolaborasi antar daerah dalam pembangunan berkelanjutan.
Pemda juga didorong mempercepat inovasi pelayanan publik melalui digitalisasi pemerintahan, pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP), serta peningkatan kualitas data pemerintahan yang modern dan terintegrasi.
Dalam pidato tersebut juga disoroti pentingnya peningkatan kapasitas daerah melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukaan akses pembiayaan alternatif, serta reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Mendagri juga mengajak seluruh Pemda untuk tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan berbasis potensi lokal, guna mewujudkan pembangunan nasional yang adil dan merata.
Giat ini berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, sebagai wujud komitmen Pemda dalam memperkuat otonomi daerah, demi pelayanan publik yang semakin baik.
Bantuan Kolam Ikan Lele untuk PKK Desa Huraba, Perkuat Ekosistem Pangan dan Dukung Program MBG
Bupati Tapsel Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Perlindungan Rakyat Melalui Prestice Tersosialisasikan di Tapsel
TGSC Terima SP2HP Terkait Pemeriksaan Saipullah Nasution
TGSC Datangi Polres Madina, Pertanyakan Laporan