Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Kendaraan Isi BBM di SPBU Aceh, Minta Masyarakat Tak Perlu Panik
Terkait hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) buka suara.
Menurut PT Pertamina, hal ini terjadi karena lima SPBU mendapatkan pembinaan akibat melanggar aturan.
Baca Juga:
- Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
- PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
- UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
"Kami memberikan sanksi pembinaan kepada tiga SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Banda Aceh dan dua SPBU di Aceh Besar," ujar Area Manager Communication Relation and CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial and Trading, Susanto Satria, di Medan, Sumatera Utara, Rabu.
Susanto menyebut, SPBU yang mendapatkan sanksi karena menyalurkan BBM tak sesuai prosedur.
"Mereka melakukan pelanggaran yaitu tidak menyalurkan biosolar sesuai prosedur," terangnya.
Susanto melanjutkan, Pertamina wajib memberlakukan sanksi ketika penyalur BBM melanggar regulasi dalam pelayanannya kepada masyarakat.
Masih kata Susanto, Pertamina harus mengambil tindakan tegas agar penyaluran BBM bersubsidi termasuk biosolar tepat sasaran.
"Jadi kami mengharapkan, baik penyalur maupun masyarakat selalu menjaga bahan bakar bersubsidi ini," lanjutnya.
Warning: A non-numeric value encountered in /home/u729743767/domains/bulat.co.id/public_html/theme/detail.php on line 313
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Bersih, Belajar, Berdaya: Jejak Mahasiswa Lintas Kampus di Kebun Medang Ara
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Kolaborasi Gelar Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang